Cegah Tindak Kriminal, Polsek Margaasih Petakan Rumah Kosong dan Titik Rawan Kejahatan
Polres Cimahi,Suara Pakta.Com- Momentum Ramadhan dan arus mudik mulai diantisipasi serius jajaran Polsek Margaasih, Polres Cimahi. Kawasan perumahan dan permukiman yang berpotensi ditinggal pemiliknya menjadi prioritas pemetaan guna menekan risiko tindak kriminal.
Kapolsek Margaasih, Kompol Bony Yuniar mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan unsur Forkopimcam untuk mengidentifikasi titik-titik rawan, khususnya kompleks dan rumah warga yang kerap kosong saat musim mudik.
"Kami sudah komunikasi dengan Forkopimcam untuk memetakan titik-titik mana saja, kompleks, perumahan, dan pemukiman yang biasa ditinggal mudik, baik untuk hari raya maupun bepergian," ucap Bony saat ditemui dalam Patroli Presisi di sekitar Exit Tol Margaasih, Jumat, (27/02/2026)
Langkah tersebut diperkuat dengan pelibatan unsur pengamanan lingkungan. Kepolisian menggandeng satpam perumahan, LINMAS, hingga pengamanan swakarsa untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan.
"Tujuannya mencegah pencurian dengan pemberatan (curat) yang menyasar rumah kosong, pencurian kendaraan bermotor, hingga perampokan atau pencurian dengan kekerasan," tegasnya.
Selain mengantisipasi kejahatan konvensional, ia menerangkan, Polsek Margaasih juga meningkatkan pengawasan terhadap potensi kenakalan remaja yang kerap muncul selama Ramadan. Operasi siber dilakukan untuk memantau indikasi perang sarung di media sosial, sementara Patroli Presisi digelar rutin setiap hari.
"Patroli Presisi dilaksanakan tiap hari, terutama menjelang buka puasa dan setelah sahur," katanya.
Koordinasi dengan pengurus DKM dan pengelola masjid turut diperkuat sebagai langkah pencegahan berbasis komunitas.
Aparat tidak hanya berkomunikasi, lanjut Bony, tetapi juga menggali informasi terkait potensi gangguan kamtibmas di lingkungan masing-masing.
"Kami melakukan sosialisasi kepada pengurus DKM dan masjid-masjid. Selain komunikasi dan koordinasi, kami juga menggali informasi terkait potensi perang sarung," imbuhnya.
Dinyatakan Bony, strategi preventif tersebut sejauh ini efektif menekan angka kenakalan remaja, termasuk perang sarung dan balap motor liar.
"Hingga saat ini, belum ditemukan indikasi kasus perang sarung di wilayah hukum Margaasih," ujarnya.
Tak berhenti di patroli, ia menuturkan, kepolisian juga aktif melakukan pembinaan ke sekolah-sekolah melalui forum diskusi dan pertemuan rutin.
Materi yang disampaikan mencakup pencegahan bullying, penyalahgunaan narkoba, konsumsi minuman keras, hingga berbagai penyakit masyarakat.
"Kami terus mengimbau pencegahan kenakalan remaja, terutama balap liar, penggunaan knalpot bising, bolos sekolah, dan lainnya," pungkasnya. (Rustandi)








Posting Komentar