Cuaca Ekstrem, Kota Cimahi Berpotensi Bencana Hidrometeorologi
Cimahi,Suara Pakta.Com- Cuaca ekstrem dengan curah hujan yang sangat tinggi membuat seluruh wilayah di Kota Cimahi berpotensi terjadi bencana hidrometeorologi. Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi Fithriandy Kurniawan saat ditemui di ruang kerjanya di Cimahi, Rabu (4/2/2026).
Menurutnya, cuaca yang terlampau sangat ekstrem kali ini membuat seluruh wilayah Cimahi dalam ancaman bencana, seperti banjir, banjir bandang, sesar Lembang, serta jenis potensi bencana lainnya.
"Kalau berdasarkan petunjuk dokumen kajian resiko bencana, di Cimahi itu ada 10 ancaman, banjir, banjir bandang, sesar Lembang, gagal teknologi dan lainnya, dengan keadaan cuaca ekstrem," kata Fithriandy Kurniawan.
Telebih lanjut Fithriandy, sejak beberapa waktu terakhir BMKG Selalu menyampaikan rilis terkait cuaca ekstrem yang masih melanda sepertiga wilayah pulau Jawa, termasuk Kota Cimahi.
"Dengan demikian, Cimahi sendiri menurutnya saat ini masih dalam status siaga darurat geohidrometeorologi, terangnya.
Fithriandy Kurniawan mengimbau masyarakat untuk selalu siaga, disamping pihaknya sendiri memperkuat kesiapsiagaan.
"Dalam status ini, kami menyiapkan personel, peralatan, dan para stakeholders kebencanaan untuk satu tingkat lebih sigap kalau nanti diperlukan untuk pengerahan, penanganan, dan distribusi," ungkapnya.
Ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir pernah terjadi di Kelurahan Utama. Peristiwa tersebut berskala besar karena menyebabkan 130 kepala keluarga atau 1.300 jiwa terdampak. Cuaca ekstrem menjadi penyebab terbesar pada bencana yang terjadi, sambung Fithriandy.
Penyebab tersebut menurut Fithriandy, tak bisa ditahan, hanya bisa diantisipasi dengan kesiapsiagaan berbagai pihak dalam upaya mengurangi risikonya.
"BMKG per Januari mengeluarkan rilis bahwa puncak musim hujan ini masuk di bulan Maret, kalau tahun-tahun sebelumnya biasanya di akhir Januari atau Februari. Jadi, kali ini lebih panjang," ujarnya.
Lalu, antisipasi seperti apa yang dilakukan BPBD? Fithriandy menjelaskan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya antisipasi, baik di internal BPBD sendiri dengan peningkatan kapasitas SDM, penyediaan logistik, hingga aplikasi teknologi seperti Early Waring System (EWS).
Dikatakan Andy, pihaknya pada 2026 ini akan memasang EWS di delapan titik yang tersebar di Wilayah Cimahi. Dengan tersebut, masyarakat dapat mengetahui ketinggian muka air, sebagai peringatan akan potensi banjir.
"Sementara upaya lain yang bersifat eksternal juga dilakukan BPBD Kota Cimahi berupa peningkatan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi kebencanaan. "Kita terus berusaha membuat masyarakat bisa, mengerti, dan tahu bagaimana evakuasi mandiri dan evakuasi lingkungan terkecil mereka, yaitu keluarga," jelasnya.(Rustandi)





Posting Komentar