DLH Cimahi Matangkan Rencana 2027 Lewat FGD
Cimahi Suara Pakta.Com- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi menggelar Focus Group Discussion (FGD) pada Senin (9/2/2026) di Aula Gedung A Pemerintah Kota Cimahi. Forum ini digelar untuk menyelaraskan rencana program dan kegiatan DLH Tahun 2027 agar sejalan dengan kebutuhan masyarakat serta tantangan lingkungan yang dihadapi daerah.
FGD tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, perwakilan Forkopimda, perangkat daerah, instansi vertikal, perguruan tinggi, hingga unsur organisasi, komunitas, asosiasi, dan pelaku usaha se-Kota Cimahi. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan ini menjadi bagian penting dalam penyempurnaan Rancangan Awal Rencana Kerja DLH Tahun 2027.
Melalui forum diskusi ini, DLH menghimpun beragam masukan, evaluasi, serta penyesuaian agar perencanaan yang disusun lebih komprehensif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat Cimahi, kata Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudistira.
"Adhitia menegaskan pentingnya penyusunan program lingkungan yang berbasis pada persoalan riil di tengah masyarakat, ujarnya.
Menurutnya, perencanaan yang tepat sasaran akan menentukan efektivitas kebijakan pembangunan lingkungan ke depan. DLH Kota Cimahi sendiri mencatat sejumlah persoalan lingkungan sepanjang 2025, tambah Adhitia.
"Beberapa di antaranya adalah penurunan kualitas lingkungan hidup, menurunnya indeks tutupan lahan, tantangan pengelolaan sampah, serta meningkatnya emisi gas rumah kaca, beber Adhitia.
Kondisi tersebut kemudian dirumuskan menjadi empat fokus strategis, yakni peningkatan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, peningkatan kualitas air sungai, peningkatan kuantitas tutupan lahan, serta optimalisasi pengelolaan sampah. Dalam forum tersebut, DLH juga memaparkan capaian kinerja tahun 2025.
"Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Kota Cimahi tercatat mencapai 58,39, melampaui target yang ditetapkan sebesar 50,35. Sementara di sektor persampahan, capaian pengelolaan sampah menyentuh angka 94,81 persen atau setara 221,57 ton per hari. Sejumlah program inovatif turut disoroti, mulai dari Gerakan Orang Cimahi Pilah Sampah (Grak Ompimpah) yang meraih predikat Best of The Best Innovation pada Kompetisi Inovasi Jawa Barat 2025, tutur Adhitia.
Selain itu, inovasi “Tepung Grak Ompimpah” juga berhasil menjuarai Cimahi Motekar Award (CHiMA). DLH pun mencatat kolaborasi riset dengan tujuh perguruan tinggi yang memperoleh penghargaan nasional dari LLDIKTI Wilayah IV.
"Adhitia Yudisthira juga menekankan perlunya perubahan paradigma pengelolaan sampah, tegasnya.
Pola lama kumpul–angkut–buang dinilai sudah tidak relevan, sehingga perlu digantikan dengan pemilahan sampah sejak dari sumber. Melalui Gerakan Orang Cimahi Pilah Sampah dan target “Zero to TPA.
"Pemerintah Kota Cimahi berharap masyarakat semakin terbiasa memilah sampah organik dan anorganik secara mandiri, terlebih dengan kondisi TPA Sarimukti yang saat ini mengalami kelebihan kapasitas,"tandas Adhitia.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi, Chanifah Listyarini, dalam laporannya menyampaikan bahwa penyelenggaraan forum perangkat daerah ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara DLH dan seluruh pemangku kepentingan di Kota Cimahi.
"Sinergitas tersebut dinilai penting agar rencana program dan kegiatan DLH dapat selaras dengan proses pembangunan daerah, khususnya dalam mencapai sasaran strategis pengelolaan lingkungan hidup di Kota Cimahi, ucap Chanifah.
Dengan demikian, DLH Cimahi terus berupaya meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan mencapai sasaran strategis pengelolaan lingkungan hidup di Kota Cimahi. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat Kota Cimahi.
"Kegiatan FGD ini merupakan salah satu upaya DLH Cimahi untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup. Dengan demikian, DLH Cimahi dapat menyusun rencana program dan kegiatan yang lebih efektif dan efisien," tandas Chanifah. (Rustandi)








Posting Komentar