Ngatiyana: Kartini Masa Kini Aset Pembangunan, Emansipasi Harus Berdampak Nyata
Dalam sambutannya, ia menegaskan momentum Hari Kartini bukan sekadar seremonial, tetapi pengingat peran strategis perempuan sebagai penggerak pembangunan di Kota Cimahi.
"Ngatiyana menyampaikan dalam waktu dekat Pemkot Cimahi akan menggelar isbat nikah massal. Program ini memfasilitasi pasangan untuk mencatatkan pernikahannya secara sah di hadapan hukum yang berlaku," ujar Ngatiyana.
Langkah tersebut penting untuk memberi kepastian hukum bagi perempuan dan anak, terutama terkait hak administrasi, waris, dan perlindungan sosial.
“Ini adalah sebuah contoh kecil bahwa setiap Kartini adalah sosok luar biasa yang menjadi aset bagi kemajuan dan pembangunan di Kota Cimahi. Ketika pernikahan tercatat resmi, perempuan punya posisi hukum yang kuat. Tidak ada lagi yang dirugikan karena status tidak jelas,” tegas Ngatiyana.
Menurutnya, emansipasi wanita harus dimaknai sebagai keberanian mengambil peran dan memberi manfaat. Gerakan perempuan tidak boleh berhenti pada wacana, tetapi wajib hadir dalam kebijakan konkret yang menyentuh keluarga dan masyarakat. Isbat nikah massal menjadi salah satu wujud keberpihakan Pemkot terhadap perlindungan hak perempuan.
"Melalui momentum peringatan Hari Kartini ini, diharapkan semangat emansipasi wanita terus menyebar dalam konteks positif, serta membawa dampak yang nyata dalam masyarakat kita. Wali Kota mengajak seluruh peserta seminar menjadi Kartini masa kini: cerdas, berdaya, dan berkontribusi langsung pada kemajuan Cimahi," tandas Ngatiyana. (Rustandi)





Posting Komentar