Polsek Sindangkerta Monitoring Imunisasi Campak, Tindak Lanjut Suspek KLB di Posyandu Desa
Kegiatan melibatkan unsur tiga pilar dan tenaga kesehatan. Hadir Kepala Desa Sindangkerta, Puskesmas Kecamatan Sindangkerta, Ketua BPD, Bidan Desa, Ketua MUI Desa, kader Posyandu, Bhabinkamtibmas Briptu Asep Patoni, Babinsa, Ketua Dusun, Ketua RW, serta para orang tua bersama balita yang akan divaksin campak. Semua pihak bersinergi memastikan cakupan imunisasi tercapai untuk memutus rantai penularan.
Di hadapan warga, Bhabinkamtibmas Desa Sindangkerta Briptu Asep Patoni menyampaikan arahan dan edukasi bahaya campak. Ia menegaskan campak bukan sekadar demam dan ruam biasa. Komplikasinya serius seperti pneumonia, diare berat, radang otak, kebutaan, hingga kematian. Bayi dan balita disebut paling rentan karena daya tahan tubuhnya belum kuat.
"Briptu Asep juga menjelaskan alasan imunisasi massal harus dilakukan. Campak sangat menular, di mana satu orang bisa menularkan ke 9 hingga 18 orang lain yang belum kebal. Vaksinasi melindungi bayi di bawah 9 bulan yang belum bisa divaksin serta mencegah KLB kembali meledak, Indonesia masih sering KLB campak. Padahal bisa dieliminasi kalau cakupan imunisasi di atas 95 persen,” ujarnya kepada warga.
Kapolsek Sindangkerta AKP Sholehuddin, memastikan kegiatan monitoring berjalan lancar dan situasi kondusif. Koordinasi lintas sektor terbangun baik sehingga sosialisasi bahaya campak dan pentingnya imunisasi tersampaikan.
“Kesadaran warga meningkat. Ini langkah awal cegah KLB meluas. Terima kasih nakes dan semua pihak yang terlibat. Kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas,” tutupnya. (Rustandi )







Posting Komentar