Kapolsek Cipatat Ingatkan Warga Waspadai Peredaran Uang Palsu Saat Sholat Subuh Berjamaah
Kegiatan yang dilaksanakan usai sholat subuh berjamaah itu dimanfaatkan sebagai ruang komunikasi langsung antara kepolisian dan masyarakat. Selain mempererat silaturahmi, kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi terkait potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang belakangan dinilai semakin beragam.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek menyampaikan himbauan kepada masyarakat terkait maraknya peredaran uang palsu yang kerap menyasar pedagang kecil maupun jamaah masjid. Warga diminta lebih teliti saat menerima uang tunai, terutama pecahan Rp50 ribu dan Rp100 ribu.
“Gunakan metode 3D: dilihat, diraba, diterawang. Kalau ragu, tolak dengan sopan dan lapor ke Bhabinkamtibmas,” pesannya.
Tak hanya itu, Kompol Asep Nandang juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan kamtibmas di lingkungan sekitar. Mulai dari aksi pencurian rumah kosong saat ditinggal beribadah ke masjid, penipuan berkedok sumbangan, hingga peredaran minuman keras dan narkoba yang menyasar generasi muda.
Ia meminta masyarakat kembali mengaktifkan ronda malam atau siskamling sebagai langkah pencegahan dini terhadap tindak kriminalitas di lingkungan permukiman.
Selain menjaga keamanan, kegiatan sholat subuh berjamaah bersama warga disebut menjadi bagian dari pendekatan humanis Polri dalam membangun kedekatan dengan masyarakat.
Menurut Kapolsek, keberadaan polisi di tengah masyarakat tidak hanya sebatas penegakan hukum, tetapi juga mendengar langsung persoalan yang dihadapi warga.
“Di masjid kita bisa dengar langsung keluhan warga. Ini jadi sarana deteksi dini potensi gangguan kamtibmas sekaligus wujud Polri hadir di tengah masyarakat,” ujarnya.
Kehadiran Kapolsek Cipatat dalam kegiatan keagamaan tersebut mendapat sambutan positif dari jamaah. Warga menilai himbauan yang disampaikan relevan dengan kondisi saat ini, terutama terkait kewaspadaan terhadap peredaran uang palsu dan ancaman gangguan keamanan lingkungan.
Masyarakat juga mengaku siap bersinergi bersama kepolisian dalam menjaga situasi lingkungan agar tetap aman dan kondusif.
Dengan semangat “Kerja Keras, Kerja Cerdas, Kerja Ikhlas”, Polsek Cipatat berkomitmen terus memanfaatkan momentum ibadah sebagai media edukasi kamtibmas.
"Pendekatan melalui kegiatan keagamaan dinilai menjadi cara efektif dan humanis untuk memperkuat hubungan antara polisi, ulama, dan masyarakat demi terciptanya wilayah Cipatat yang aman, nyaman, dan kondusif. (Rutandi)





Posting Komentar