Kemeriahan Penutupan Liga Jabar Istimewa di Stadion Sangkuriang Cimahi
Ribuan pasang mata hadir menyaksikan laga final kompetisi usia dini yang diikuti 127 tim dari berbagai Sekolah Sepak Bola di Cimahi dan sekitarnya. Suasana stadion terasa hidup dengan dukungan para orang tua dan penonton yang memadati tribun.
Pemerintah Kota Cimahi bersama PSSI Kota Cimahi menjadi penyelenggara kegiatan tersebut. Kehadiran Wali Kota Cimahi Ngatiyana bersama jajaran DPRD, pengurus PSSI, KONI, perangkat daerah, dan ratusan atlet muda menambah semarak acara.
Di balik kemeriahan itu, muncul kerinduan masyarakat terhadap PSKC Cimahi. Klub kebanggaan kota yang pernah berlaga di pentas sepak bola nasional itu kini menjadi harapan yang ingin dihidupkan kembali.
Ketua PSSI Kota Cimahi sekaligus anggota DPRD Barkah Setiawan menyampaikan harapan besar agar sepak bola Cimahi kembali bangkit. Ia ingin PSKC berdiri kuat dan menjadi kebanggaan masyarakat seperti dulu.
“Kami ingin ke depan Kota Cimahi kembali memiliki kebanggaan di dunia sepak bola. Mudah-mudahan PSKC bisa kembali berdiri kuat dan menjadi kebanggaan masyarakat,” ujarnya.
Ucapan itu disambut antusias warga yang hadir. Bagi banyak orang, PSKC bukan sekadar klub, melainkan simbol kebanggaan Cimahi yang pernah mengharumkan nama daerah di level nasional.
Barkah juga menyoroti tingginya antusiasme masyarakat terhadap sepak bola. Meski hanya memiliki tiga kecamatan, Cimahi memiliki sekitar 40 SSB yang aktif membina pemain usia dini.
"Kompetisi ini diharapkan menjadi wadah pembinaan atlet muda sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat. Sejumlah pemain berprestasi turut mendapat penghargaan sebagai bentuk apresiasi dan motivasi untuk terus berkembang," tandas Barkah. (Rustandi)





Posting Komentar