Pemkot Cimahi Jemput Bola Anak Putus Sekolah, Pastikan Tidak Ada Lagi yang Terkendala Biaya
Program jemput bola melibatkan PKBM dan pihak Distrik yang turun langsung ke lapangan mencari anak-anak yang tidak melanjutkan sekolah. Dari hasil penyisiran, sejumlah anak berhasil terjaring dan kini telah masuk ke PKBM untuk mengikuti program Paket A, Paket C, dan pendidikan kesetaraan lainnya.
Wali Kota Cimahi menegaskan bahwa kendala biaya tidak boleh lagi menjadi alasan anak tidak bersekolah. Pemkot Cimahi siap membantu masyarakat kurang mampu agar tetap bisa mengakses pendidikan.
"Kita jemput kenapa permasalahannya, kalau masalah biaya Pemerintah Kota Cimahi juga membantu bagi masyarakat yang kurang mampu. Tetap harus sekolah,” ujarnya.
Wali Kota menjelaskan, tujuan utama program ini adalah, untuk memastikan tidak ada lagi anak di Cimahi yang putus sekolah karena faktor ekonomi.
"Pemkot ingin pendidikan di Cimahi menjangkau semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali, terutama bagi keluarga prasejahtera," tegas Ngatiyana.
Pemerintah Kota Cimahi menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai prioritas utama. Keduanya sepakat bahwa peningkatan kualitas SDM harus dikedepankan agar Cimahi memiliki generasi yang cerdas dan berdaya saing.
"Menurutnya, program jemput bola dinilai efektif karena langsung menyasar akar persoalan di lapangan. Dengan menggandeng PKBM dan perangkat distrik, pendataan anak putus sekolah menjadi lebih akurat dan penanganannya lebih cepat," ujar Ngatiyana.
Pemkot Cimahi mengajak seluruh masyarakat untuk proaktif melaporkan jika menemukan anak yang tidak bersekolah.
"Kolaborasi pemerintah dan warga diharapkan mampu menuntaskan angka putus sekolah dan mewujudkan Cimahi sebagai kota yang peduli pendidikan untuk semua," tandas Ngatiyana. (Rustandi)





Posting Komentar