Tabligh Akbar Ulul Albab Pusat Hadirkan Ribuan Jemaah dari Sabang sampai Merauke
Kegiatan akbar ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus penguatan nilai keagamaan bagi santri, alumni, dan masyarakat umum. Tidak hanya dari Jawa Barat, jemaah juga berdatangan dari luar pulau seperti Kalimantan, Makassar, Sumatera, hingga Riau.
Pimpinan Ponpes Ulul Albab Pusat KH DR Asep Sudrajat, menyampaikan tema Tabligh Akbar kali ini berfokus pada pembentukan keluarga sakinah, mawaddah, warahmah. Ia menekankan keluarga sebagai pondasi utama dalam membangun kehidupan beragama yang harmonis.
Tema hari ini bagaimana kita membentuk keluarga sakinah, mawaddah, warahmah,” ujar KH Asep di hadapan ribuan jemaah. Menurutnya, ketahanan keluarga akan menentukan kualitas generasi dan tatanan masyarakat.
Ponpes Ulul Albab didirikan pada 3 Juni 2000 dengan komitmen memberikan pendidikan berbasis keagamaan secara gratis kepada masyarakat. Meski tanpa biaya, KH Asep mengklaim kualitas pendidikan dan pengajaran tetap mampu bersaing dengan pesantren lainnya.
"Selain pendidikan pesantren, Ulul Albab juga menyediakan jenjang pendidikan formal dari tingkat SD, SMP, hingga SMA. Bagi santri berprestasi, tersedia program kerja sama untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Ada SD, SMP, SMA, hingga kerja sama* untuk kuliah bagi santri berprestasi,” katanya. Pondok pesantren ini juga memiliki panti asuhan sebagai layanan sosial bagi anak-anak kurang mampu. Program itu menjadi ciri khas Ulul Albab dalam mendukung pendidikan dhuafa.
Ketua Pelaksana Ade Sofyan menyebut kegiatan ini rutin digelar setiap empat bulan sekali sebagai sarana mempererat silaturahmi antar cabang. Saat ini, jaringan Ulul Albab telah tersebar dari Sabang sampai Merauke.
"Sekitar 1.000 jemaah sudah hadir* dari berbagai daerah seperti Tasik, Garut, Subang, Karawang bahkan ada dari Riau dan Kalimantan,” jelas Ade.
Ia mengatakan Tabligh Akbar ke-3 ini lebih luas cakupannya dibanding sebelumnya yang hanya melibatkan wilayah Jawa Barat.
Kali ini semua provinsi diminta hadir*, berbeda dengan sebelumnya yang hanya Jawa Barat,” kata Ade.
"Melalui kegiatan ini, pesantren berharap dapat memperkuat peran sebagai mediator antara ulama dan pemerintah sekaligus meningkatkan kualitas jaringan Ulul Albab," tutupnya.
KH Asep mengimbau masyarakat lebih bijak memilih lembaga pendidikan dengan tidak hanya mempertimbangkan biaya, tetapi juga kualitas hasil didikan.
"Menurutnya, pesantren gratis pun mampu menghasilkan lulusan mandiri dan berdaya saing. Kegiatan selanjutnya direncanakan kembali digelar Sabtu pertama September 2026 di lokasi yang sama untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah," tandasnya. (**)








Posting Komentar