Tumpukan Sampah di Jalan Rancabentang Cibeureum Ganggu Lalu Lintas, Wali Kota Cimahi Turun Tangan
Wali Kota Cimahi Ngatiyana langsung meninjau lokasi pada Senin, 25 Mei 2026. Ia menegaskan bahwa sampah yang menumpuk di titik tersebut harus segera diangkut agar tidak mengganggu kenyamanan masyarakat.
“Ada tumpukan sampah, ini harus perlu diangkut. Tempatnya berada di Cibeureum. Saya harapkan kita semua menyadari bahwa sampah Cimahi ini sehari 250 ton yang harus dibuang,” kata Ngatiyana di lokasi.
Ngatiyana menjelaskan, kapasitas Tempat Pembuangan Akhir Sarimukti saat ini terbatas. Hanya sekitar 14 truk yang bisa masuk setiap hari, atau setara 60 ton sampah. Artinya, sekitar 190 ton sampah per hari harus diolah di dalam Kota Cimahi.
“Kapasitas di Sarimukti kita hanya terbatas. Bisa membuang ke sana hanya 14 truk, artinya kalau kali empat satu truk berarti kira-kira 60 ton. Sehingga yang harus diolah di Cimahi kira-kira 190 ton per hari,” jelasnya.
Ngatiyana menambahkan, wilayah RW 26 Cibeureum memang belum memiliki Tempat Penampungan Sementara. Pengangkutan biasanya dilakukan seminggu sekali, namun keterlambatan armada membuat sampah terpaksa menginap di pinggir jalan.
“Memang di sini tidak memiliki TPS. Kita koordinasi seminggu sekali diambil. Kalau hari Minggu diambil, masyarakat menyimpan di sini. Ternyata mobilnya tidak datang, sehingga terpaksa satu hari menginap di pinggir jalan,” ujarnya.
Ngatiyana mengimbau warga mulai memilah sampah dari rumah antara organik dan anorganik agar proses pengangkutan lebih mudah dan sampah bisa dimanfaatkan.
“Saya harapkan masyarakat pilah dari rumah. Organik bisa diolah, anorganik bisa dibuang. Sehingga tidak campur dan mudah untuk diambil,” harapnya.
Selain di Cibeureum, Ngatiyana menyebut ada tumpukan sampah lain di Jalan Pesantren.
"Meski tertata lebih rapi, ia memastikan seluruh titik akan diangkut pada hari yang sama agar tidak mengganggu lalu lintas dan kesehatan warga," tandas Ngatiyana. (Rustandi)








Posting Komentar