Wali Kota Ngatiyana: Rp20 Juta per RT Jadi Pemicu Swadaya Warga Bangun Cimahi
"PPM ini adalah termasuk program strategi daerah. Kenapa demikian, karena semenjak saya dilantik dengan pak wakil walikota, bagaimana kita akan menghidupkan lagi PPM yang mana ini adalah pembangunan berbasis dari masyarakat," kata Ngatiyana, Rabu (13/05/2026)
Ngatiyana menjelaskan, besar kecilnya anggaran bukan fokus utama. Pemerintah Kota Cimahi menyediakan dana PPM sebagai pemicu agar masyarakat ikut berpartisipasi melalui swadaya. Contohnya, anggaran Rp20 juta per RT dinilai cukup untuk menggerakkan gotong royong warga.
"Jangan dilihat besar kecilnya dulu, tetapi ini sebuah perhatian kami bagaimana agar membangun kota Cimahi ini lebih cepat karena berbasis dari konsep masyarakat. Anggaran ini adalah alat saja untuk memicu swadaya masyarakat," ujarnya.
Ngatiyana juga menekankan pentingnya pelaksanaan PPM yang bersih dan tepat sasaran. Ia mengingatkan agar tidak ada temuan yang merugikan masyarakat maupun pemerintah, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran sejak 2025.
"Saya menginginkan pembangunan di Kota Cimahi berjalan dengan baik dan lancar. Jangan sampai dengan adanya PPM nanti ada temuan-temuan yang nantinya juga akan merugikan diri sendiri maupun orang lain," tegasnya.
Keberhasilan PPM 2025 dan 2026 akan menjadi tolak ukur kelanjutan program di tahun berikutnya. Jika pelaksanaan berjalan mulus tanpa pelanggaran, pemerintah berkomitmen mengalokasikan kembali anggaran PPM pada 2027.
"Saya harapkan semua saling menjaga dan semua muaranya adalah untuk mempercepat pembangunan untuk kepentingan masyarakat. Kalau PPM tidak tepat sasaran, kita sendiri yang rugi," katanya.
Ngatiyana juga meminta agar tidak ada intervensi terhadap penggunaan anggaran dan material PPM. Ia mengimbau penyedia barang tetap menjaga kualitas sesuai kebutuhan di lapangan demi kepentingan masyarakat luas.
"Selama kita mengerjakan ini untuk kepentingan masyarakat dengan tulus dan ikhlas, insyaallah barokah," pungkasnya. (Rustandi )




Posting Komentar