24 C
id
  • Sign in / Join
  • Blog
  • Forums
  • Buy Now!
  • Indeks
SUARA PAKTA


 

Mega Menu

  • Home
  • REDAKSI
  • TNI
  • POLRI
  • HUKUM
  • PEMERINTAHAN
  • EKONOMI
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • MAJALENGKA
  • CIMAHI
SUARA PAKTA
Telusuri
Beranda Cimahi Design Health & Fitness DTSEN Ubah Pendataan, Cimahi Fokus Tuntaskan Miskin Ekstrem
Cimahi Design Health & Fitness

DTSEN Ubah Pendataan, Cimahi Fokus Tuntaskan Miskin Ekstrem

Kepala Dinas Sosial Kota Cimahi Totong Solehudin menyebut, kini semua data warga miskin wajib mengacu ke DTSEN, bukan lagi data sektoral lama.
Penulis : Rustandi
Penulis : Rustandi
03 Jun, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

CIMAHI, Suara Pakta.Com– Data kemiskinan di Kota Cimahi bergerak turun, tapi cara mendatanya berubah total. Kepala Dinas Sosial Kota Cimahi Totong Solehudin menyebut, kini semua data warga miskin wajib mengacu ke DTSEN, bukan lagi data sektoral lama.

DTSEN atau Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional lahir dari Inpres 4 Tahun 2022. “Jadi kalau sekarang bicara data, wajib satu data. Tidak bisa lagi pakai data lama yang jalannya sendiri-sendiri,” kata Totong saat dihubungi via telepon, Selasa 2 Juni 2026.

Sistem DTSEN membagi masyarakat ke dalam 10 desil. Desil 1 paling bawah sampai desil 10 paling atas. Pembagian ini mencerminkan kondisi kesejahteraan warga secara nasional, termasuk Cimahi.

Yang jadi fokus saat ini adalah desil 1 dan 2. Keduanya dikategorikan miskin ekstrem. Artinya kelompok ini paling rentan dan butuh intervensi cepat dari pemerintah.

Berdasarkan pemetaan terbaru DTSEN 2025, desil 1 di Cimahi tercatat sekitar 23.000 kepala keluarga. Jika dihitung per jiwa, angkanya menembus 70.000 orang.

“Desil 1 dan 2 inilah yang disebut miskin ekstrem. 23.000 KK di desil 1, sekitar 70.000 jiwa. Ini fokus utama kami untuk diintervensi,” ungkap Totong.

Pemerintah Kota Cimahi tidak hanya berhenti di angka. Wali Kota Ngatiyana disebut turun langsung melihat akar persoalan. Pendekatan yang diminta: selesaikan kemiskinan dari hulu, bukan sekadar kasih bantuan.

“Bahkan Pak Wali juga turun, ‘Ayo kita menyelesaikan permasalahan kemiskinan itu harusnya dari akar’,” ujar Totong.

Totong memetakan kemiskinan di Cimahi ke dalam dua dimensi. Pertama struktural, yang terkait akses kerja dan pendapatan. Kedua kultural, yang terkait pola pikir dan cara pandang warga terhadap kesejahteraan.

"Dimensi struktural dinilai lebih mudah ditangani. Caranya buka akses pekerjaan, pelatihan, dan peningkatan pendapatan. Sementara kultural lebih rumit karena menyangkut mental dan kebiasaan," imbuhnya.

Dari sisi kebijakan, strategi pengentasan kini bergeser. Kalau dulu fokusnya bansos dan rehabilitasi sosial untuk menekan pengeluaran, sekarang ditambah strategi naikkan pendapatan.

“Kalau tadinya mereka kerja serabutan, sekarang kita bersepakat sesuai arahan Wali Kota. Dinsos bersama Dispangtan cari cara agar mereka punya ketahanan pangan sendiri,” jelas Totong.

Konsep yang sedang dimatangkan adalah “Kampung Sosial Berbasis Ketahanan Pangan dengan Orientasi Destinasi Wisata”. Harapannya, warga miskin punya sumber penghasilan tambahan yang stabil dari sektor pangan dan wisata.

Dengan model ini, warga tidak hanya bergantung pada bantuan. Mereka didorong punya usaha mikro, kebun, atau produk lokal yang bisa dijual ke wisatawan.

Namun tantangan lain muncul dari kemiskinan kultural. Totong mencontohkan variabel aset di DTSEN. Ada 39 variabel, salah satunya kepemilikan motor, kulkas, laptop, bahkan mobil.

“Tidak mungkin punya motor, kulkas, laptop, kalau tidak mampu. Tapi di lapangan ada yang mentalnya miskin, pas didata bilang ‘itu motor nitip’,” katanya.

Fenomena ini membuat sebagian warga yang datanya sudah naik kelas tetap ingin dapat bansos dan PKH. Padahal secara sistem mereka sudah tidak masuk kategori penerima.

“Itulah yang disebut miskin kultur. Kalau masih pengen dapat bansos padahal sudah mampu, inilah yang harus kita ubah,” tutur Totong.

Dinsos Cimahi menilai membangun kesadaran mandiri jadi kunci. Bansos sifatnya sementara, bukan untuk selamanya. Tujuan akhir tetap sama: memandirikan warga.

“Mandiri itu selamanya. Prosesnya bagaimana kita bisa memandirikan,” kata Totong menutup. (Rustandi)

Via Cimahi
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

Ads Single Post 4

Jasaview.id


 

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijrah

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijrah
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijrah

Dirgahayu Republik Indonesia ke 80

Dirgahayu Republik Indonesia ke 80
Dirgahayu Republik Indonesia ke 80

Dirgahayu Republik Indonesia ke 80

Dirgahayu Republik Indonesia ke 80
Dirgahayu Republik Indonesia yang ke 80

Dirgahayu Kota Cimahi ke 24 Semakin Mantap

Dirgahayu Kota Cimahi ke 24 Semakin Mantap

Hari Ulang Tahun Kota Cimahi Ke 24

Hari Ulang Tahun Kota Cimahi Ke 24

Peringatan Nuzulul Qur'an 17 Ramadhan 1446 Hijriah

Peringatan Nuzulul Qur'an 17 Ramadhan 1446 Hijriah
Peringatan Nuzulul Qur'an 17 Ramadhan 1446 Hijriah

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah

Hari Pers Nasional Tahun 2025

Hari Pers Nasional Tahun 2025

Penasehat Hukum Suarapakta

Penasehat Hukum Suarapakta

Dirgahayu Republik Indonesia ke 79

Dirgahayu Republik Indonesia ke 79

HUT Kota Cimahi ke 23 Tahun

HUT Kota Cimahi ke 23 Tahun

Hari Ulang Tahun Kota Cimahi ke 23

Hari Ulang Tahun Kota Cimahi ke 23

Pantau Produk Hukum Kota Cimahi Terbaru

Pantau Produk Hukum Kota Cimahi Terbaru

Hari Pres Nasional

Hari Pres Nasional

Hari Pres Nasional

Hari Pres Nasional

Featured Post

Operasi Jaran Lodaya di Cipeundeuy, Polsek Patroli Malam Sasar Geng Motor dan Balap Liar

Penulis : Rustandi- 6/03/2026 11:05:00 PM 0
Operasi Jaran Lodaya di Cipeundeuy, Polsek Patroli Malam Sasar Geng Motor dan Balap Liar
Polres Cimahi Suara Pakta.Com– Dalam rangka Operasi Jaran Lodaya, Polsek Cipeundeuy Polres Cimahi menggelar patroli KRYD skala besar. Kegiatan dimulai pukul 22…
Software Website Toko Online

Most Popular

Mang Buya Calon RW 12 Kampung Lembur Sawah Cimahi Janjikan Sampah Gratis dan Transparansi

Mang Buya Calon RW 12 Kampung Lembur Sawah Cimahi Janjikan Sampah Gratis dan Transparansi

6/02/2026 09:48:00 PM
Sebanyak 20 Orang Warga Yang Membuang Sampah Ke Sungai Cikendal di Panggil !!! Ini Sangsinya

Sebanyak 20 Orang Warga Yang Membuang Sampah Ke Sungai Cikendal di Panggil !!! Ini Sangsinya

9/07/2023 04:55:00 PM
Siap-siap! Buang Sampah Liar di Kota Cimahi Bakal Didenda Rp 50 Juta

Siap-siap! Buang Sampah Liar di Kota Cimahi Bakal Didenda Rp 50 Juta

9/07/2023 05:04:00 PM

KABAR NASIONAL

KABAR NASIONAL
PJ Wali Kota Cimahi Meninjau Pelaksanaan Pemilu Di Beberapa Tempat

Tabloid CERDAS

Tabloid CERDAS

Kelompok Kerja Jurnalis Nasional

Kelompok Kerja Jurnalis Nasional

LIPUTAN SUARA PAKTA

Mang Buya Calon RW 12 Kampung Lembur Sawah Cimahi Janjikan Sampah Gratis dan Transparansi

Mang Buya Calon RW 12 Kampung Lembur Sawah Cimahi Janjikan Sampah Gratis dan Transparansi

6/02/2026 09:48:00 PM
Bocah 5 Tahun Tenggelam di Kolam Lembur Sawah Cimahi, Tim SAR Evakuasi Korban Meninggal Dunia

Bocah 5 Tahun Tenggelam di Kolam Lembur Sawah Cimahi, Tim SAR Evakuasi Korban Meninggal Dunia

5/06/2026 04:58:00 PM
SUARA PAKTA

About Us

MEDIA online Suara Pakta.Com merupakan media massa berbasis elektronik yang berpusat di Kota Cimahi Jawa Barat.Media Online Suara Pakta.Com memiliki beragam konten dari berita Umum, Politik, TNI - Polri, Sosial Budaya, Hukum dan Kriminal, Ekonomi Bisnis, Pemerintahan, Pendidikan, Hiburan, Olahraga dll. Konsep portal berita online Suara Pakta.Com semakin menjadi pilihan masyarakat karena sifatnya yang up-to-date dalam pemberitaannya..

Contact us: ,.Email :suarapakta@gmail.com

Follow Us

© Newspaper Theme by https://www.suarapakta.com/
  • HOME