Ketua DPRD Kota Cimahi Wahyu Widiatmoko Ajak Ayah Rayakan Proses, Bukan Cuma Nilai Rapor
“Rapor hanya berisi angka, tetapi tidak pernah bisa mengukur doa, usaha, air mata, dan proses yang sudah dilalui seorang anak. Hari ini, Abi bangga,” ujarnya.
Pesan itu disampaikan Wahyu dalam kampanye “Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak”. Gerakan ini mengajak para ayah hadir langsung ke sekolah saat pembagian rapor. Tujuannya sederhana: memberi apresiasi, bukan hanya menilai.
"Bagi Wahyu, kehadiran ayah saat anak menerima rapor punya makna lebih besar dari nilai tertinggi. Kehadiran itu jadi bukti bahwa setiap langkah kecil anak dilihat, dihargai, dan dirayakan. “Setiap anak itu istimewa, mari kita apresiasi setiap langkah kecil mereka,” tegas Wahyu,Selasa (23/06/2026)
Surat cinta dari anak kepada orang tua yang beredar bersama kampanye ini menyentuh. Anak menulis tentang rasa sayang, pengorbanan, nasihat, dan janji untuk terus belajar jadi pribadi yang baik. Surat itu jadi pengingat bahwa anak juga butuh didengar dan dipeluk, bukan hanya dievaluasi nilainya.
"Lalu, satu kalimat apa yang paling ingin didengar anak dari orang tuanya saat menerima rapor? Sahabat Aspirasi menjawab: “Abi bangga padamu”. Kalimat singkat itu berisi pengakuan, penerimaan, dan cinta tanpa syarat. Nilai boleh naik-turun, tapi rasa bangga orang tua membuat anak punya tenaga untuk bangkit lagi," tegas Wahyu Widiatmoko sambil mengeluarkan airmata.
Wahyu berharap gerakan ini meluas ke seluruh sekolah di Cimahi. Ayah, ibu, wali murid diajak bergeser dari fokus angka ke fokus proses. Karena pendidikan bukan soal siapa paling tinggi nilainya, tapi siapa paling gigih menjaga semangatnya.
“Rapor ini adalah bukti kerja kerasmu, teruslah jadi versi terbaik dari dirimu,” pesan Wahyu untuk seluruh anak. Dan untuk orang tua: hadir, peluk, dan katakan bangga. Karena itu rapor terbaik yang tidak bisa dicetak di kertas," tandas Wahyu. (Rustandi)





Posting Komentar