Peringatan Hari Lahir Pancasila di Mimika, Perkokoh Persatuan dan Semangat Kebangsaan
Kodim 1710/Mimika bersama TNI-Polri, Forkopimda, ASN, pelajar, dan masyarakat memadati lapangan upacara. Bupati Mimika Johannes Rettob memimpin sebagai inspektur upacara. Lintas generasi dan profesi hadir, membuktikan Pancasila merangkul semua elemen.
Suasana upacara berlangsung tertib dari awal penghormatan hingga doa penutup. Pengibaran Sang Merah Putih oleh Paskibraka dan pembacaan teks Pancasila oleh perwakilan DPRD menambah kekhidmatan. Semua rangkaian mencerminkan cinta pada tanah air dan dasar negara.
Bupati Mimika Johannes Rettob dalam sambutannya mengatakan, mengingatkan Pancasila bukan arsip sejarah. Nilai lima sila adalah kompas hidup berbangsa. Disebutkan juga peran Indonesia di kancah global lewat pasukan perdamaian PBB dan upaya mediasi konflik, menunjukkan Pancasila berjiwa kemanusiaan dan perdamaian.
"Pesan khusus disampaikan untuk generasi muda: jadikan Pancasila ideologi yang hidup, bukan hafalan. Di era digital yang cepat dan penuh informasi, kemajuan teknologi harus diimbangi karakter, etika, dan moral. Tanpa itu pembangunan bisa kehilangan arah," pesan Bupati.
Peringatan ini diharapkan menumbuhkan akar persatuan, gotong royong, toleransi, dan keadilan sosial di Mimika. Upacara ditutup aman dan kondusif, menjadi penegasan komitmen bersama menjaga NKRI yang berdaulat dan berkarakter.
"Bupati Mimika mengajak seluruh warga mengamalkan Pancasila setiap hari. Hormati keyakinan sesama, tolak ujaran kebencian dan hoaks, serta dahulukan kepentingan umum. Dari Mimika, mari buktikan Pancasila bukan hanya diucapkan, tapi dihidupkan demi Indonesia maju," tandas Johannes Rettob. (**)







Posting Komentar