Polsek Cipatat Buka Turnamen Sepak Bola U-10 U-13 Piala Bhayangkara Forum RW Mandalawangi
Kegiatan dilaksanakan Minggu 07 Juni 2026 di Lapangan Sepak Bola Tagog RW 03 Desa Mandalawangi. Turnamen ini wujud kedekatan Polri dengan generasi muda dan masyarakat.
Personel Polsek Cipatat siaga amankan jalannya turnamen. Pengamanan dipimpin AKP D.M.S Andriani Sapin dibantu Aipda Dadan Herdiana, Aipda Budi Rahayu, IPTU Dadan Rustandi. Anggota lain Aipda Hendra, Aipda Yedi Supriyadi, Aipda Insan Permana, Pengda Andri Setiawan. Sterilisasi area lapangan dilakukan sebelum pertandingan dimulai.
Pembukaan dihadiri Camat Cipatat, Kapolsek Cipatat AKP D.M.S Andriani Sapin, Danramil, Kades Mandalawangi. Tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan panitia juga hadir. Kick off dilakukan Kapolsek sebagai tanda resmi dimulainya pertandingan. Lagu Indonesia Raya dikumandangkan khidmat sebelum laga dimulai.
Kapolsek Cipatat AKP DMS Andriani sampaikan pesan kamtibmas ke peserta dan penonton. Jaga sportivitas, hormati wasit dan lawan main di lapangan. Anak-anak diminta jadikan olahraga sebagai gaya hidup positif. Hindari narkoba, kenakalan remaja dan geng motor yang merusak masa depan.
Pertandingan pembuka U-13: CRAB United vs RAMA FC, Marga Mulya vs Ciangta MPR. Sigar Pro vs Squad 05, GANESA vs Badak FC. Kategori U-10: CTAB United vs Bulmanso FC, RAMA FC vs Tim Pengganti. Lion United vs Dadakan MPR, RESMA vs BIN 07, CIRA Junior vs GANESA. Atmosfer suporter anak dan orang tua meriahkan suasana.
Turnamen ini jadi sarana pembinaan generasi muda lewat olahraga. Anak-anak belajar disiplin, kerja sama tim dan pantang menyerah. Polri hadir bukan hanya menindak, tapi membina lewat kegiatan positif. HUT Bhayangkara ke-80 diisi dengan karya untuk masyarakat," tambah Kapolsek.
Sinergitas TNI Polri, pemerintah kecamatan, desa dan warga terlihat nyata. Forkopimcam Cipatat kompak dukung kegiatan kepemudaan. Forum RW Mandalawangi sukses jadi motor pelaksana turnamen. Kebersamaan ini kunci cipta Cipatat yang aman dan sehat.
Hasil pantauan, situasi selama kegiatan aman, tertib dan kondusif. Tidak ada keributan antar suporter maupun pemain. Orang tua apresiasi kehadiran polisi di kegiatan anak-anak. Cipatat jadi contoh pembinaan usia dini lewat sepak bola.
"Kapolsek Cipatat berharap turnamen lahirkan bibit pemain hebat. Dari Cipatat untuk Indonesia, dari lapangan untuk masa depan. Dengan olahraga, anak-anak jauh dari pengaruh negatif. Bhayangkara untuk masyarakat, Polri presisi untuk negeri," tutup AKP Andriani. (Rustandi)







Posting Komentar