Polsek Lembang Amankan Upacara Adat Ngertakeun Bumi Lamba Ke-18, Kapolsek: Alam Adalah Ibu yang Harus Dijaga
Upacara digelar di dua titik kawasan Gunung Tangkuban Parahu, yaitu TWA Gunung Tangkuban Parahu Terminal Jayagiri Kec. Lembang Kab. Bandung Barat dan kawasan Kawah Ratu Desa Sagalaherang Kec. Sagalaherang Kab. Subang. Kegiatan masuk wilayah hukum Polres Cimahi dan Polres Subang.
Kapolsek Lembang AKP Dana Suhenda menjelaskan, kegiatan diikuti sekitar 700 peserta dari berbagai komunitas adat Sunda se-Jabar dan 60 orang dari Kalimantan Suku Dayak. "Ini bentuk rasa syukur, merawat, dan menyucikan gunung sebagai sumber kehidupan," ujarnya.
"Tema "Manik Maya Ibu Bumi Bapak Angkasa" dipilih sebagai ajakan memuliakan alam semesta. Menurut AKP Dana, tujuan utama upacara adalah pelestarian lingkungan dan penyelamatan mata air Bandung. "Lewat ritual ini masyarakat adat ingin menjaga bumi agar tetap lestari untuk generasi mendatang," katanya," kata Kapolsek.
Ia memaparkan filosofi di balik Ngertakeun Bumi Lamba. Secara ontologi, prinsip
"Urang jeung alam taya antarana" menegaskan manusia dan alam adalah satu raga. "Merusak alam sama saja merusak diri sendiri," tegas Kapolsek.
Secara epistemologi, ritual ini membuktikan kearifan lokal punya cara menjaga bumi lewat kedalaman rasa, bukan hanya hitungan sains.
"Secara aksiologi, upacara berfungsi melindungi wilayah adat dari penggusuran dengan menjadikannya Kabuyutan atau ruang suci yang dilindungi hukum adat," tandas AKP Suhenda.
Bripka Nuril Ahmad yang bertugas di lapangan memastikan pengamanan berjalan lancar, kami bantu pengaturan peserta dan jaga Kamtibmas agar rangkaian ritual sampai selesai berjalan aman dan tertib.
"Harapan kami, nilai-nilai Ngertakeun Bumi Lamba bisa jadi pengingat bersama. Mari rawat alam, jaga mata air, dan hormati kearifan lokal. Jika alam lestari, maka kehidupan warga Lembang dan sekitarnya juga akan aman dan sejahtera," pungkasnya. (Rustandi)








Posting Komentar