Wali Kota Cimahi Ngatiyana: Jangan Tunggu Kebakaran
Ngatiyana menyoroti kondisi Kecamatan Cimahi Tengah yang padat penduduk. Kepadatan tinggi memberi potensi sosial besar, namun di sisi lain meningkatkan risiko bencana, khususnya kebakaran. Kelalaian kecil, korsleting listrik, hingga instalasi gas jadi pemicu utama yang bisa menimbulkan korban jiwa dan kerugian material.
"Karena itu kegiatan pelatihan ini sangat penting dan strategis. Kita tidak boleh menunggu hingga bencana datang untuk mulai belajar menyelamatkan diri," tegas Wali Kota.
Ngatiyana menyebut pelatihan adalah bentuk ikhtiar mewujudkan visi Cimahi MANTAP: menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi warga,"tambahnya.
Ngatiyana menekankan peran aparatur kelurahan dan kecamatan. Mereka adalah pihak pertama yang dituju masyarakat saat kondisi darurat.
"Melalui pelatihan ini, saya mengharapkan seluruh peserta mampu memahami prosedur tanggap darurat, mulai dari tindakan pencegahan, evakuasi mandiri, hingga penyelamatan dasar," ujarnya.
Wali Kota meminta komunikasi antar warga, kelurahan, kecamatan, dan Tim Pemadam Kebakaran diperkuat. Koordinasi yang solid akan membuat penanganan di lapangan berjalan cepat, tenang, dan terarah saat terjadi insiden kebakaran.
"Ia berpesan kepada peserta agar mengikuti pelatihan dengan serius dan proaktif. Ilmu dari petugas Damkar harus diserap maksimal karena termasuk keterampilan hidup yang berharga untuk melindungi diri, keluarga, dan lingkungan," ucap Ngatiyana.
Ngatiyana juga mendorong ilmu yang didapat disebarluaskan kembali. "Tentu saja saya harap, ilmu yang didapatkan hari ini agar bisa dibagikan kepada keluarga, tetangga, dan warga di lingkungan masing-masing, sehingga manfaatnya dirasakan lebih luas," pesannya.
"Apresiasi disampaikan kepada Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi serta panitia penyelenggara. Wali Kota berharap Cimahi Tengah menjadi kawasan yang tanggap, aman, dan siap siaga menghadapi bencana kebakaran," tandas Ngatiyana. (Rustandi )






Posting Komentar