Wali Kota Cimahi Ngatiyana: Pemimpin Masa Depan Harus Cepat Belajar dan Adaptif
Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengapresiasi UNJANI yang konsisten membangun generasi muda lewat pendidikan, praktikum, dan pembentukan karakter. Komitmen kampus dinilai sejalan dengan kebutuhan daerah.
"Ngatiyana menegaskan pemimpin tidak terbentuk secara instan. Prosesnya panjang: belajar, pengalaman lapangan, disiplin, dan kepekaan membaca persoalan nyata di masyarakat," tegasnya.
Dunia saat ini bergerak cepat. Teknologi, kecerdasan buatan, digitalisasi, dan perubahan sosial telah mengubah seluruh tatanan, termasuk cara pemerintah melayani warga.
Karena itu mahasiswa dituntut beradaptasi sejak dini. Dunia 10-20 tahun ke depan akan berubah lebih drastis, dan yang tidak siap akan tertinggal.
“Jangan sampai kita kalah hanya karena malas belajar dan menolak perubahan,” kata Ngatiyana di hadapan peserta praktikum,pesan Ngatiyana.
Persaingan global sudah jadi realitas. Yang unggul bukan hanya yang paling pintar secara akademik, tapi yang paling cepat belajar, adaptif, dan kolaboratif.
"Kemampuan menyelesaikan masalah jadi kunci. Masyarakat butuh pemimpin yang turun tangan memberi solusi, bukan sekadar retorika atau debat di forum," kata Ngatiyana.
Bagi Ngatiyana, kepemimpinan bukan soal kursi jabatan. Inti kepemimpinan adalah menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat yang dipimpin,"tambahnya.
Indonesia tidak kekurangan SDM cerdas. Namun yang paling dibutuhkan adalah pemimpin berintegritas, jujur, punya empati sosial, dan berpihak ke rakyat kecil.
"Nilai itu sejalan dengan Asta Cita, pembangunan SDM unggul, berkarakter, dan produktif jadi fondasi kekuatan bangsa ke depan," kata Wali Kota Cimahi.
Ngatiyana mendorong mahasiswa keluar dari ruang kelas. Turun ke lapangan, lihat langsung kemiskinan, pendidikan, kesehatan, pengangguran, dan pelayanan publik.
Dari lapangan mahasiswa akan paham bahwa masalah itu nyata dan kompleks. Di situlah mereka belajar mengambil keputusan yang tepat dan bertanggung jawab.
"Ia menutup dengan pesan: kuatkan mental, bangun disiplin, jangan menyerah saat gagal. Kota Cimahi dan Indonesia butuh generasi muda tangguh, kreatif, dan punya semangat pengabdian," tandas Ngatiyana. (Rustandi)







Posting Komentar