Wawalkot Cimahi Aditya Yudistira Pimpin Upacara Harganas Pancasila 2026, Teguhkan Pancasila Sebagai Pedoman Hidup
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Cimahi Aditia Yudistira menegaskan Hari Lahir Pancasila merupakan momen tepat untuk meneguhkan kembali komitmen menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Pancasila bukan hanya hafalan, tapi harus diamalkan dalam tindakan nyata sehari-hari oleh seluruh warga.
"Tema peringatan tahun ini “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia” mengingatkan bahwa Pancasila adalah dasar yang menyatukan seluruh elemen bangsa di tengah berbagai tantangan dan perubahan. Di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya, Pancasila menjadi perekat persatuan Indonesia," ujar Adthitia Yudistira.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, dinamika global, dan tantangan kehidupan berbangsa, nilai-nilai Pancasila harus terus jadi landasan setiap pengambilan keputusan. Indonesia Emas 2045 hanya dapat terwujud bila kemajuan pembangunan berjalan seiring penguatan karakter dan moral bangsa. Tanpa moral, kemajuan hanya akan menimbulkan masalah baru.
"Wakil Wali Kota mengajak seluruh masyarakat, terutama generasi muda, menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup. Generasi muda harus paham, mengamalkan, dan menjaga Pancasila agar tidak tergerus arus globalisasi, radikalisme, dan intoleransi. Masa depan Indonesia ada di tangan mereka," ajak Adhitya.
Wawalkot menjelaskan, nilai-nilai Pancasila harus jadi dasar penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah. Kehadiran pemerintah harus dirasakan nyata oleh masyarakat. Setiap kebijakan wajib berorientasi kepentingan publik dan memberi manfaat sebesar-besarnya bagi warga.
"Semangat Pancasila harus tercermin dalam pelayanan publik yang cepat, transparan, dan berkeadilan. ASN diminta melayani dengan hati, tanpa diskriminasi, dan menempatkan masyarakat sebagai pusat pelayanan. Birokrasi harus bersih dan akuntabel," tegas Adhitya.
Semangat yang sama jadi landasan menanggulangi kemiskinan, menurunkan angka pengangguran, meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan. Juga menangani persoalan lingkungan dan persampahan, serta memastikan tidak ada warga yang merasa ditinggalkan pembangunan. Pembangunan harus adil dan merata.
"Berbagai tantangan tidak bisa diselesaikan pemerintah saja. Dibutuhkan kerja sama dan gotong royong seluruh unsur: TNI, Polri, tokoh agama, akademisi, pelaku usaha, komunitas, hingga warga. Dengan kolaborasi, pembangunan berkelanjutan di Kota Cimahi akan terwujud sesuai cita-cita Pancasila," tandas Adhitya. (Rustandi)








Posting Komentar