80 Pekerja Gelar Aksi di PLTA Upper Cisokan, Polsek Gununghalu Kawal Unjuk Rasa Berjalan Tertib
Aksi dipicu keterlambatan pembayaran upah dan pembayaran pekerjaan oleh CCGC kepada PT Ruihian dan PT BMI. Massa menuntut kepastian pembayaran agar hak-hak pekerja segera terbayarkan. Nilai pembayaran yang belum diselesaikan CCGC diperkirakan mencapai ± Rp24 miliar.
Turut hadir dalam kegiatan Pimpinan PT BMI Nirwan, HRD CCGC Johan, Kanit Intel Polsek Gununghalu Aipda Cuncun, Kanit Binmas Aipda Hermawan, Babinsa Koramil 0903/Gununghalu Serka Oka Sutrisna, dua anggota Brimob Polda Jabar, sekuriti, serta para pekerja proyek.
Massa menggunakan 1 unit Avanza, 1 truk tronton untuk menutup jalan, dan 35 unit sepeda motor. Pukul 07.00 WIB karyawan tiba di lokasi. Pukul 07.20 WIB akses jalan masuk ditutup menggunakan dump truck. Pukul 07.30 WIB massa berkumpul di depan kantor CCGC menyampaikan tuntutan.
"Pukul 15.00 WIB perwakilan massa diterima HRD CCGC Johan dan PT Ruihian untuk dialog. Hasilnya, PT Ruihian berjanji membayar upah pekerja melalui transfer pada 17 Juli 2026. Jika tidak terpenuhi, pembayaran tunai akan dilakukan Senin 20 Juli 2026" kata kapolsek AKP Maulana Yusup.
Pukul 17.00 WIB massa membubarkan diri secara tertib. Selama kegiatan, Polsek Gununghalu bersama TNI dan instansi terkait melakukan pemantauan dan pengamanan. Tidak ada tindakan anarkis maupun gangguan keamanan lain.
"Kapolsek Gununghalu AKP Maulana Yusup, menyebut pengamanan dilakukan humanis dan persuasif. Situasi aksi unjuk rasa berjalan aman dan kondusif hingga selesai. Koordinasi terus dilakukan untuk memastikan komitmen pembayaran direalisasikan" tutupnya. (Rustandi)








Posting Komentar