Bandung Barat Caang Belum Tuntas, Dishub Ungkap Masih Butuh 10 Ribu PJU Baru
Namun di lapangan, realisasinya masih menghadapi pekerjaan rumah besar. Kebutuhan Penerangan Jalan Umum atau PJU di Bandung Barat ternyata jauh lebih besar dibanding jumlah yang sudah terpasang.
Kepala Dinas Perhubungan KBB, Mochamad Ridwan Evi, menyebut total PJU di ruas jalan kabupaten saat ini baru mencapai 5 ribu titik. padahal, kebutuhan ideal untuk menerangi seluruh jalan kabupaten diperkirakan lebih dari 15 ribu titik. Artinya, masih ada kekurangan sekitar 10 ribu titik PJU lagi.
"Untuk jalan kabupaten, kita masih membutuhkan 10 ribu lebih PJU. Sementara kondisi yang ada, hanya 5 ribu sekian yang sudah terpasang," kata Ridwan saat ditemui Jumat, 17 Juli 2026.
Data tersebut menunjukkan persoalan utama bukan hanya lampu mati atau rusak. Tantangan terbesar adalah kesenjangan antara kebutuhan dan kemampuan pemenuhan infrastruktur penerangan.
"Menurut Ridwan, tidak ada ruas jalan kabupaten yang benar-benar gelap tanpa PJU sama sekali. Persoalannya, jumlah titik di setiap ruas belum sesuai standar ideal," ujarnya.
Ia mencontohkan, ada ruas jalan yang seharusnya butuh 150 titik lampu, namun baru terpasang 20 hingga 30 titik. Ruas lain yang idealnya 50 sampai 100 titik, realisasinya juga baru sebagian kecil.
"Jadi tidak ada ruang jalan yang memang sama sekali belum ada PJU untuk jalan kabupaten. Yang ada itu kebutuhan sepanjang ruas jalan belum terpenuhi seluruhnya," ujarnya.
Kondisi itu menjelaskan kenapa masyarakat masih sering menemukan jalan yang terasa gelap pada malam hari. Secara data ruas tersebut sudah memiliki PJU, tetapi jumlahnya belum mencukupi.
Selain penambahan, persoalan pemeliharaan juga jadi tantangan. Laporan lampu mati dan kerusakan PJU masih rutin diterima Dishub KBB.
Untuk itu, Dishub rutin melakukan patroli dan survei lapangan. Petugas memetakan titik kerusakan sekaligus menindaklanjuti aduan warga yang masuk lewat layanan pengaduan.
Penanganan kerusakan dibagi dua skema. PJU yang masih dalam masa garansi lima tahun menjadi tanggung jawab penyedia. Sementara yang sudah habis garansi, diperbaiki menggunakan anggaran daerah.
"Kalau yang memang sudah tidak garansi, ya kita laksanakan perbaikan hingga penggantiannya," katanya.
Tak semua kerusakan disebabkan faktor teknis. Di kawasan Maribaya, kabel PJU kerap putus akibat ulah kawanan monyet yang berkeliaran.
Faktor alam juga ikut berpengaruh. Beberapa titik di wilayah Cisarua dan Bandung Barat selatan rusak karena pergeseran tanah dan longsor, mengingat kontur wilayah yang rawan bencana.
Di tengah kendala itu, kasus kehilangan perangkat PJU kini relatif menurun dibanding beberapa tahun lalu. Perubahan teknologi jadi salah satu penyebabnya.
Dulu, PJU banyak menggunakan tenaga surya sehingga aki dan komponennya kerap hilang dicuri. Sejak 2023, Dishub KBB tidak lagi membangun PJU solar cell dan beralih ke sistem LED berbasis jaringan listrik konvensional.
"Kalau zaman dulu, saat masih solar cell, banyak kehilangan aki. Sekarang sejak 2023 kami sudah tidak melaksanakan lagi kegiatan PJU solar cell," ungkapnya.
Meski begitu, keterbatasan anggaran tetap menjadi kendala utama percepatan penambahan PJU. Pembangunan PJU sebagian besar masih mengandalkan APBD Kabupaten Bandung Barat.
Berbeda dengan pembangunan jalan yang bisa memakai Dana Alokasi Khusus atau program penugasan pusat, PJU tidak bisa diusulkan langsung. Bantuan pusat sifatnya hibah dan biasanya datang atas inisiatif kementerian.
"Kami hanya bisa mengandalkan APBD Kabupaten Bandung Barat. Kalau hibah dari kementerian biasanya mereka yang datang menawarkan program," jelasnya.
Situasi itu membuat pemenuhan ribuan titik PJU harus dilakukan bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah. Di sisi lain, kebutuhan penerangan dipastikan akan terus bertambah.
Selain jalan kabupaten, Pemkab Bandung Barat mulai mendata kebutuhan PJU untuk jalan desa. Selama ini jalan desa belum masuk basis data resmi karena belum semua memiliki penetapan status jalan.
Artinya, angka kekurangan 10 ribu titik yang tercatat saat ini berpotensi bertambah setelah kebutuhan jalan desa dihitung.
Ridwan menegaskan, meski penuh keterbatasan, program penerangan jalan tetap menjadi prioritas pembangunan daerah.
"Program Bandung Barat Caang yang menjadi agenda Bupati Bandung Barat akan terus dijalankan secara bertahap. Semua disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia demi mewujudkan jalan yang aman dan terang bagi warga," tandasnya. (**)





Posting Komentar