Bandung Dukung Penuh Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara, Masyarakat Diminta Patuhi Aturan KKOP
Menurut Pemkot Bandung, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting agar operasional bandara dapat kembali berjalan dengan aman, lancar, dan berkelanjutan. Tanpa dukungan warga, upaya pemerintah dan pengelola bandara tidak akan optimal.
Hal itu disampaikan Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Bandung, Bira Gumbira. Ia menyampaikan materi tersebut dalam kegiatan Sosialisasi KKOP untuk optimalisasi Bandara Husein Sastranegara yang digelar di Balai Kota Bandung, Selasa 28 Juli 2026.
Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh para camat, lurah, ketua RW, serta tokoh masyarakat dari wilayah yang berada di sekitar kawasan bandara. Mereka diharapkan menjadi ujung tombak penyebar informasi KKOP ke lingkungan masing-masing.
"Bira menegaskan reaktivasi Bandara Husein bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan pengelola bandara. Masyarakat, RT, RW, dan tokoh kewilayahan juga memiliki peran besar dalam menyosialisasikan aturan keselamatan penerbangan," ujarnya.
Terdapat tiga kecamatan yang berbatasan langsung dengan kawasan Bandara Husein Sastranegara yaitu Cicendo, Andir, dan sebagian wilayah Sukajadi. Tiga wilayah ini memiliki peran strategis dalam menjaga kawasan keselamatan sesuai ketentuan Kementerian Perhubungan.
"Bira menjelaskan Bandara Husein memiliki karakteristik sebagai city airport yang berada di tengah kawasan perkotaan padat. Kondisi ini membuat pengawasan lingkungan sekitar bandara menjadi sangat krusial demi menjamin keselamatan pesawat saat lepas landas dan mendarat," paparnya.
Masyarakat perlu memahami berbagai potensi gangguan terhadap keselamatan penerbangan. Di antaranya pembangunan gedung melebihi batas ketinggian, pemasangan reklame dan menara, penggunaan sinar laser ke arah pesawat, permainan layang-layang di jalur penerbangan, serta lampu dengan intensitas tinggi yang mengganggu pandangan pilot.
Pemkot Bandung menyebut kepatuhan terhadap KKOP merupakan salah satu indikator penting dalam penilaian pemerintah pusat terhadap kesiapan operasional bandara. Karena itu partisipasi aktif masyarakat sangat diharapkan.
"Selain aspek keselamatan, optimalisasi Bandara Husein juga diharapkan memberi dampak ekonomi bagi Kota Bandung. Bandara akan kembali menjadi simpul transportasi udara yang mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kunjungan wisatawan,"tambah Bira.
Bira meminta para camat dan lurah untuk melanjutkan sosialisasi secara berjenjang setelah kegiatan ini. Dengan begitu pemahaman masyarakat mengenai KKOP dapat semakin luas dan merata hingga tingkat RT dan RW.
Sementara itu Business Support Department Head PT Angkasa Pura Bandara Internasional Husein Sastranegara, Haryo, mengatakan proses persiapan reaktivasi terus dipercepat. Pembenahan sarana dan prasarana di dalam maupun luar kawasan bandara telah dilakukan bersama Pemkot Bandung.
"Haryo memperkirakan pada pertengahan Agustus 2026 Bandara Husein sudah mulai kembali beroperasi. Ia memohon doa dan dukungan masyarakat agar proses tersebut berjalan lancar tanpa hambatan," ucapnya.
Ia juga mengapresiasi Pemkot Bandung yang telah menindaklanjuti kebutuhan infrastruktur di sekitar bandara seperti perbaikan jalan, drainase, penerangan, dan marka jalan.
"Menurut Haryo, beroperasinya kembali bandara akan menggerakkan sektor perdagangan, jasa, pariwisata, hingga UMKM. PT Angkasa Pura Indonesia pun berkomitmen menjalankan program CSR dan mengajak ketua RW menyampaikan usulan program lebih awal. (**)








Posting Komentar