Cegah Merek Diserobot, INTI Jabar dan Bank Danamon Bekali 150 UMKM Bandung
Ketua INTI Jawa Barat Leon Hanafi menegaskan, kegiatan kali ini fokus membahas hak paten dan merek dagang khusus untuk melindungi para pencipta, terutama UMKM yang sedang berkembang yang sudah maju dan memproduksi sesuatu justru rawan haknya diserobot orang lain jika tidak diproteksi sejak awal.
"UMKM yang sekarang sedang berkembang ini bilamana mereka sudah memproduksi sesuatu itu sudah maju, nah haknya itu bisa diserobot orang. Ini adalah suatu edukasi supaya mereka bisa melindungi diri dari hak ciptanya," ujar Leon Hanafi.
Leon menambahkan, tujuan utama edukasi HAKI ini agar UMKM sebagai basis ekonomi Indonesia terlindungi dan tidak timbul kerugian. Untuk itu INTI Jabar sengaja mengundang pakar hukum kekayaan intelektual guna memberikan pemahaman langsung kepada para pelaku bisnis.
Prinsip INTI Jabar, kata Leon, bergerak di bidang ketahanan nasional yang mencakup ketahanan ekonomi, budaya, dan pangan. Edukasi ini menjadi bagian dari upaya mendidik UMKM soal perlindungan resep, brand, merek, hingga packaging agar tidak dimanfaatkan pihak lain.
"Prinsipnya INTI Jabar bergerak di ketahanan nasional yang kita cakup ini ketahanan ekonomi, budaya dan pangan. Untuk mendidik para UMKM supaya mereka punya perlindungan karena betapa banyaknya variasi makanan, resep, brand, mereknya dan packaging itu bisa dipaten semua," tegasnya.
Tamu yang diundang dalam Legal Talk ini mayoritas pelaku UMKM. Leon menilai perusahaan besar pasti sudah paham pentingnya HAKI, sementara UMKM sering tidak memikirkan sampai sejauh itu. Padahal dalam persaingan pasar, ada oknum yang tidak baik dan bisa mengambil keuntungan dari kelemahan UMKM.
"Oleh karena itu, INTI Jabar juga menyiapkan sesi tanya jawab untuk membantu kesulitan pelaku usaha. Mulai dari identifikasi jenis usaha hingga apa saja yang harus dipatenkan akan dibantu semaksimal mungkin, supaya mereka yang sudah mengembangkan usahanya itu tidak hancur karena kepentingan seseorang," kata Leon.
Wakil Ketua INTI Jabar Mimi Ekiami menjelaskan, tujuan utama kegiatan ini adalah membantu pengusaha, terutama UMKM yang belum mengerti pentingnya hak paten dan HAKI. Menurutnya, merek, bentuk merek, hingga karya seni bisa dipatenkan agar terlindungi secara hukum.
"Tuannya adalah membantu para pengusaha baik itu dari UMKM sampai pengusaha yang belum ngerti tentang pentingnya hak paten, pentingnya melindungi hak kekayaan intelektual kita," ujar Mimi Ekiami.
Mimi menyebut antusias peserta sangat besar, sebanyak 150 UMKM dari Kota Bandung hadir dalam Talk Haki kali ini, melihat respons positif tersebut, INTI Jabar berencana menggelar acara serupa di cabang-cabang INTI Jawa Barat lainnya.
"Rencananya acara ini bisa dilakukan di cabang-cabang INTI Jawa Barat lainnya karena topik ini sangat penting dan antusias peserta sangat besar," kata Mimi.
Harapan dari kegiatan ini, kata Mimi, agar masyarakat lebih aware melindungi apa yang menjadi haknya. Terutama hasil rintisan usaha yang sudah dibangun agar tidak mudah diambil pihak lain.
Narasumber Agus Candra Suratmaja, mengapresiasi langkah INTI Jabar. Ia menilai acara ini sangat baik dan perlu dicontoh organisasi kemasyarakatan lain karena turut mendukung pengembangan usaha mikro kecil menengah di Jawa Barat.
"Acara yang dilaksanakan oleh INTI Jabar sangat baik dan perlu dicontoh oleh organisasi kemasyarakatan lain karena turut mendukung untuk mengembangkan usaha mikro kecil menengah di Jawa Barat," ucap Agus.
Agus menegaskan merek bagi pelaku UKM sangat penting agar bisnisnya bertumbuh semakin maju dan berkembang pesat. Ia siap membantu UKM Jabar yang ingin mendaftarkan mereknya. Dalam pelatihan ini, ia bahkan memberikan konsultasi gratis untuk memajukan UMKM di Jawa Barat karena dirinya lahir di Bandung.
"Yang paling penting itu sebelum memulai usaha apa pun daftarkan dulu mereknya ya. Supaya tidak diambil orang," pesan Agus.
Agus Candra Suratmaja, menambahkan, setelah merek terdaftar, pelaku usaha bisa mengurus perizinan lain seperti BPOM dan halal MUI.
"Ia berharap PD INTI Jabar semakin maju dan terus memberikan edukasi kepada pelaku usaha UMKM di Jawa Barat," tandasnya. (Rustandi)













Posting Komentar