Cimahi Bicara Anak: dr. Irma Ingatkan Bahaya Gadget dan Ajak Orang Tua Selamatkan Generasi Emas
Kegiatan tersebut menghadirkan dr. R. Adj. Irma Indriyani sebagai narasumber utama. Beliau membahas secara mendalam mengenai "Dampak Gadget Terhadap Pertumbuhan Otak Anak" di era digital yang serba cepat ini.
Antusiasme masyarakat terlihat tinggi. Banyak orang tua yang hadir untuk mendengarkan langsung pemaparan dari dokter yang juga dikenal aktif dalam dunia terapi anak dan kesehatan holistik ini.
Dalam pemaparannya, dr. Irma menyoroti betapa besarnya dampak buruk penggunaan gawai secara berlebihan pada anak. Ia mengatakan fenomena ini sudah sangat umum ditemui dan mengkhawatirkan.
"Tanpa pengawasan orang tua, penggunaan gadget berlebihan membuat kesehatan fisik maupun kesehatan mental anak tidak optimal sesuai usianya," jelas dr. Irma di hadapan peserta.
dr. Irma merinci sejumlah dampak yang sudah mulai terlihat. Mulai dari anak yang kurang fokus, mengalami obesitas, hingga gangguan postur tubuh seperti skoliosis karena terlalu lama menunduk pada layar.
"Masalah penglihatan juga menjadi sorotan. dr. Irma menyebut saat ini banyak anak usia dini yang sudah menggunakan kacamata. Hal itu diduga kuat akibat paparan blue lilam dari layar HP yang digunakan terlalu lama," beber dr. Irma.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pemerintah pun sudah merespons serius persoalan ini. Terbitnya PP Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tunas menjadi bukti bahwa penggunaan internet pada anak perlu dibatasi.
Menurutnya, kebijakan tersebut sangat positif. Dengan adanya regulasi ini, diharapkan semua pihak terdorong untuk menciptakan digitalisasi yang ramah anak," Jelas dr. Irma.
"Tujuannya jelas, agar anak-anak bisa tumbuh kembang sesuai tahapan usianya tanpa terpapar berlebihan pada gadget maupun konten internet yang belum sesuai.
Namun edukasi saja tidak cukup. dr. Irma juga menekankan pentingnya solusi nyata. Ia mengatakan di Rumah Holistiker Dokter Irma telah disiapkan para terapis yang menangani anak dengan kebutuhan khusus, baik dari sisi mental maupun fisik.
"Jadi bukan hanya preventif dan promotif, tapi kami juga memberikan solusi. Kami bantu anak-anak yang sudah terdampak," ujarnya.
dr. Irma mencontohkan kasus anak yang sudah mengalami obesitas dan mengalami tantrum hebat jika tidak memegang gawai. Kondisi ini menunjukkan adanya stimulus di otak yang membuat anak merasa senang setiap kali melihat layar.
Untuk memutus "rantai kecanduan" tersebut, dr. Irma menawarkan pendekatan terapi akupresur yang terpadu dan holistik. Pendekatan ini menyasar perbaikan fisik, mental, sosial, hingga produktivitas anak secara berkesinambungan.
"Anak yang kecanduan gadget biasanya jadi mudah menyendiri, sulit bersosialisasi. Ini berdampak sangat luas pada perkembangan kejiwaannya. Makanya harus ditangani secara utuh," tegasnya.
dr. Irma mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah, dan keluarga di Cimahi untuk bersinergi. Ia berharap peringatan Hari Anak ini menjadi momentum untuk terus memberikan edukasi serupa demi menyongsong Indonesia Emas dengan generasi yang sehat dan kuat.
Reza fruitcity Supervisor Area Cimahi mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk mengingatkan kembali momen spesial Hari Anak sekaligus memperkenalkan Fruitcity lebih luas ke komunitas yang dibawa oleh dr. Irma.
"Tujuan utama acara ini adalah memberikan edukasi kepada para orang tua agar anak tidak terlalu bergantung pada gadget, baik saat makan maupun waktu santai. Reza berharap melalui kegiatan ini orang tua bisa lebih bijak mendampingi anak, sehingga aktivitas anak menjadi lebih produktif dan edukatif," tandasnya. (Rustandi)









Posting Komentar