Koloni Lebah Madu Ngamuk di Garasi Warga Cipageran, Damkar Cimahi Evakuasi 6 Jam
Kejadian bermula saat pelapor, Asep Gumilar, melihat sarang lebah madu menempel di bagian atap rumahnya. Karena khawatir, ia berinisiatif menyemprot sarang tersebut menggunakan Baygon. Bukannya mati, koloni lebah justru keluar dari sarang dan menyebar tak terkendali di area garasi.
"Panik dan takut tersengat, Asep Gumilar langsung menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Cimahi pada pukul 19.36 WIB. Laporan warga tersebut segera ditindaklanjuti oleh Regu 2 Damkar Kota Cimahi,"pernyataan tersebut di sampaikan Kepala Seksi Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi, Aep Mulyana.
Petugas tiba di lokasi pada pukul 20.04 WIB dengan _response time_ 28 menit menggunakan Unit Hilux. Dua personel, Fogia dan Febby, langsung melakukan asesmen dan menyiapkan peralatan evakuasi berupa APD lengkap, senter, dan headlamp.
"Proses evakuasi berlangsung alot dan penuh kehati-hatian karena koloni lebah sudah terpencar dan dalam kondisi agresif. Petugas harus memastikan seluruh lebah diamankan agar tidak kembali menyerang warga sekitar. Penanganan baru dinyatakan selesai pada pukul 02.40 WIB dini hari," tutur Aep.
Beruntung tidak ada korban dalam kejadian ini. Baik pemilik rumah maupun petugas Damkar selamat tanpa mengalami luka sengatan lebah. Sarang lebah madu berhasil dievakuasi dengan aman dan situasi rumah kembali kondusif.
Kepala Seksi Penyelamatan Damkar Kota Cimahi mengimbau masyarakat agar tidak menangani sendiri sarang lebah atau tawon. Menyemprot dengan insektisida hanya akan membuat koloni lebah menjadi agresif dan membahayakan penghuni rumah.
"Aep menegaskan evakuasi satwa berbahaya merupakan bagian dari layanan penyelamatan non-kebakaran. Masyarakat diimbau segera melapor ke call center Damkar Kota Cimahi 24 jam jika menemukan sarang lebah, tawon, atau ular di lingkungan pemukiman," tutupnya. (Rustandi)







Posting Komentar