Lurah Cibeureum Cimahi: Tidak Ada Titik Sampah Resmi, Warga Diminta Mulai Pilah dari Rumah
Menurut Dharma, titik-titik yang kerap dipenuhi sampah sebenarnya bukan tempat pembuangan sampah. Namun karena berada di jalur perlintasan, area tersebut sering dijadikan sasaran warga dari luar kelurahan untuk membuang sampah sambil lewat.
“Biasanya kalau sudah ada tumpukan satu dua, masyarakat lain ikut meniru. Akhirnya jadi kebiasaan,” ujar Dharma saat diwawancarai usai menghadiri HUT ke-26 LPM Cibeureum, Rabu 22 Juli 2026.
Untuk mengatasi hal itu, RW 15 mengambil inisiatif merapikan dan membersihkan lokasi yang sering dijadikan tempat buang sampah, setelah dirapikan, lahan tersebut akan ditanami pohon agar lebih bersih dan asri.
Dharma menyebut, penanaman pohon merupakan langkah edukasi sekaligus efek jera. Dengan kondisi lingkungan yang tertata rapi, diharapkan warga maupun pelintas akan segan untuk membuang sampah sembarangan.
Ia pun mengimbau seluruh masyarakat, baik warga Cibeureum maupun warga Kota Cimahi, untuk mulai melakukan pemilahan sampah dari rumah tangga. Menurutnya, pemilahan sampah organik, anorganik, dan bernilai ekonomi akan sangat membantu mengurangi beban kota.
“Kalau sudah dipilah dari rumah, petugas sampah juga terbantu. Jumlah sampah yang harus diangkut ke TPA akan jauh berkurang,” tegas Dharma. Ia berharap kesadaran ini bisa tumbuh dari tingkat RT dan RW," pesan Lurah.
Sosialisasi pemilahan sampah, kata Dharma, sebenarnya sudah dilakukan oleh kelurahan, namun butuh tindakan nyata agar berjalan efektif. Pemkot Cimahi juga sudah mengusulkan agar ASN turun langsung ke warga untuk mengecek praktik pemilahan sampah di tiap rumah.
"Ke depan, para ASN akan melakukan pengecekan ke warga yang menjadi binaannya di seluruh Kota Cimahi. Dharma berharap langkah ini bisa mempercepat perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah demi menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan," tandas Lurah Cibeureum. (Rustandi)






Posting Komentar