Survei Gabungan Siapkan Rekayasa Lalin Proyek Oprit Overpass Jembatan Bodogol Tol Padaleunyi
Survei bersama diikuti Camat Bojongsoang Kankan Taufik B., Kapolsek Bojongsoang Kompol Undi Kurnia, Kepala Desa Buahbatu Asep Sobari, perwakilan Satlantas Polresta Bandung IPTU Beni dan IPDA Sandi, Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung, Dinas Bina Marga, serta PT Jasa Marga selaku pelaksana proyek.
Camat Bojongsoang Kankan Taufik mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk koordinasi lintas sektoral dalam menyusun langkah teknis guna meminimalisir dampak penutupan jalan terhadap aktivitas masyarakat.
"Penutupan ruas jalan di kawasan Jembatan Bodogol direncanakan mulai 3 Agustus 2026 sehubungan dengan pelaksanaan perbaikan oprit yang diperkirakan berlangsung selama sekitar 60 hari," ujarnya.
Hasil survei lapangan menetapkan empat jalur alternatif yang akan digunakan selama masa pekerjaan. Jalur pertama via Sapan dengan rute Batu Sari – Rancaoray – Tegalluar – Derwati – Ciwastra. Jalur kedua via Logam melalui Batu Sari – Cikoneng – GPA – Jalan Logam – Ciwastra.
Jalur ketiga via Bojongsoang melewati Batu Sari – Cikoneng – Bojongsoang. Jalur keempat via Cijagra dengan rute Batu Sari – Cikoneng – Bojongsari – Cijagra – Bojongsoang. Keempat jalur dipilih berdasarkan evaluasi kapasitas jalan, aksesibilitas, serta potensi kelancaran arus kendaraan selama rekayasa lalu lintas diberlakukan," tambah Camat.
"Tim gabungan juga menyepakati pelaksanaan gladi rekayasa lalu lintas pada Kamis, 30 Juli 2026 pukul 07.00 WIB hingga 08.00 WIB. Simulasi ini bertujuan menguji efektivitas jalur alternatif, mengevaluasi potensi kemacetan, mengukur kebutuhan personel di lapangan, serta menyempurnakan pola pengalihan arus sebelum diberlakukan penuh.
Perwakilan Satlantas Polresta Bandung IPTU Beni menambabkan berdasarkan hasil survei, personel pengaturan lalu lintas akan ditempatkan pada enam titik prioritas. Titik tersebut meliputi Simpang Batu Sari – Rancaoray, Simpang Rancaoray – Tegalluar, Simpang Cikoneng – GPA, Simpang Batu Sari – Cikoneng, Simpang Keluar GBI Bintang Arta, dan Simpang Sasak Bondon untuk mengarahkan pengguna jalan dan mencegah konflik arus kendaraan.
"Tim juga melakukan pengecekan Jembatan Penyeberangan Orang Ciwastra. Hasil survei merekomendasikan pemasangan patok pembatas di kedua sisi JPO agar kendaraan roda dua tidak lagi melintas sehingga fungsi JPO kembali digunakan sebagai fasilitas penyeberangan pejalan kaki demi keselamatan masyarakat. Selain itu, disurvei pula Area Parkir Batu Raden, Kota Bandung, untuk mengetahui kapasitas serta kemungkinan pemanfaatannya sebagai lokasi pendukung," katanya.
Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono, S.H., S.I.K., M.H., CPHR., melalui Kapolsek Bojongsoang Kompol Undi Kurnia, S.I.P., CBA., CPHR., menegaskan koordinasi lintas instansi merupakan kunci keberhasilan proyek sekaligus menjaga kelancaran aktivitas masyarakat.
"Survei bersama ini bentuk sinergitas seluruh stakeholder dalam menyusun rekayasa lalu lintas yang efektif. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama,” ujar Kompol Undi Kurnia.
Kapolsek mengajak masyarakat mendukung pelaksanaan proyek perbaikan infrastruktur dengan mematuhi rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan serta mengikuti arahan petugas di lapangan.
"Tim gabungan akan melaksanakan sosialisasi masif melalui media sosial, media massa, spanduk, papan informasi, Variable Message Sign, serta koordinasi dengan pemerintah desa dan aparat kewilayahan agar informasi tersampaikan menyeluruh sebelum penutupan diberlakukan," tandas Kompol Undi Kurnia. (Rustandi)








Posting Komentar