Indonesia Menggila di Taekwondo Open 2026, Merah Putih Sabet Juara Umum dan Kirim Sinyal Menuju Olimpiade
Perolehan tersebut membuat Indonesia bertengger di posisi teratas klasemen akhir, mengungguli Filipina yang berada di peringkat kedua dengan raihan 4 emas, 2 perak, dan 8 perunggu. Sementara Australia menempati posisi ketiga dengan koleksi 4 emas, 1 perak, dan 3 perunggu.
Capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi kebangkitan taekwondo nasional. Prestasi di kandang sendiri sekaligus keberhasilan menggelar turnamen bertaraf internasional menunjukkan bahwa Indonesia mulai membangun fondasi kuat untuk menghadapi persaingan taekwondo dunia.
Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Letjen TNI Richard Tampubolon mengaku bangga atas pencapaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan Indonesia bukan hanya soal menjadi juara umum, tetapi juga membuktikan kemampuan sebagai tuan rumah kejuaraan berstandar dunia.
“Juara umum adalah hasil, legacy adalah tujuan. Asian Taekwondo Indonesia Open Championships membuktikan kita mampu menjadi tuan rumah berstandar dunia sekaligus membangun fondasi prestasi menuju Olimpiade,” ujar Richard.
Richard menegaskan, prestasi besar tidak dapat diraih secara instan. Para atlet membutuhkan kompetisi berkualitas, jam terbang tinggi, sistem pembinaan yang kuat, serta konsistensi untuk mampu bersaing di level internasional.
Indonesia Open 2026 sekaligus menjadi momentum penting karena setelah hampir dua dekade, Indonesia kembali dipercaya menjadi tuan rumah kejuaraan taekwondo internasional. Ajang tersebut diikuti 531 atlet dari 36 negara, menjadikannya salah satu kompetisi penting dalam kalender taekwondo dunia.
“Kami berterima kasih atas dukungan Panglima Jenderal TNI Agus Subiyanto terhadap pembinaan prestasi olahraga Indonesia, khususnya taekwondo. Indonesia Open menjadi tonggak kebangkitan prestasi taekwondo,” kata Richard.
Pada hari terakhir pertandingan, Indonesia kembali menambah tiga medali perunggu. Dua di antaranya dipersembahkan Diyah Maulida Putri Aliandi dan Olivia Intan Widi Prabawani dari nomor kyorugi atau tarung kelas 73 kilogram putri. Satu medali lainnya diraih Irly Ramadhan dari kelas 54 kilogram putra.
Prestasi tersebut terasa semakin istimewa bagi Diyah Maulida Putri Aliandi. Atlet berusia 17 tahun binaan POPDA Jawa Barat itu sukses meraih podium dalam debutnya di turnamen internasional dan mampu melangkah hingga babak semifinal.
“Rasanya sungguh luar biasa bisa meraih medali perunggu di Asian Taekwondo. Tidak nyangka banget. Event G2 seperti ini bagus sekali, dari sini saya bisa mendapatkan pengalaman dan tahu bahwa kami, atlet daerah, mampu bersaing dengan atlet-atlet luar negeri,” ujar Diyah yang bercita-cita menembus skuat pelatnas.
Sebanyak 531 atlet dari 36 negara ambil bagian dalam 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026. Kejuaraan ini menjadi salah satu ajang penting untuk mengumpulkan poin ranking dunia menuju Olimpiade Los Angeles 2028, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 TNI. (*)







Posting Komentar