INTI Jabar Dorong Deteksi Dini Kanker Lewat Seminar Khusus Perempuan
Kegiatan yang membahas pencegahan dan penanganan kanker pada perempuan itu digelar secara gratis pada Sabtu, 29 Agustus 2026, di Harris Hotel Festival City Link Bandung. Seminar secara khusus mengangkat persoalan kanker payudara dan kanker serviks yang masih menjadi perhatian serius bagi kesehatan perempuan.
Ketua INTI Jawa Barat, Leon Hanafi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kepedulian sosial yang rutin dijalankan organisasinya. Menurutnya, masyarakat membutuhkan akses informasi yang benar agar mampu mengenali gejala penyakit sejak awal.
“INTI hadir sebagai media atau jembatan untuk orang yang sudah ada gejala supaya bisa lebih cepat ditangani dan risiko kematiannya berkurang,” ujar Leon.
Ia menilai keterlambatan mengenali gejala masih menjadi salah satu persoalan dalam penanganan kanker. Padahal, semakin cepat penyakit diketahui, peluang untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat juga semakin besar.
Leon menyebut kanker merupakan salah satu penyebab kematian terbesar di dunia, sementara kanker payudara menjadi jenis kanker yang banyak menyerang perempuan. Karena itu, edukasi mengenai pola hidup sehat dan pemeriksaan berkala perlu terus diperluas.
“Ini sangat bermanfaat untuk para wanita yang biasanya belum mengenal. Tujuannya agar kalau ada gejala bisa langsung ditangani,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, INTI Jabar juga membuka peluang kolaborasi dengan perusahaan asuransi. Kerja sama itu diharapkan dapat membantu pasien memperoleh kemudahan pembiayaan melalui layanan cashless, sehingga beban biaya pengobatan dapat diminimalkan.
“Kita juga ada kerja sama sama asuransi, supaya mereka-mereka ini biayanya sudah masuk asuransi. Kalau ada penyakit, kalau bisa tidak usah biaya,” jelas Leon.
Selain menjalankan kegiatan sosial di bidang kesehatan, INTI Jawa Barat juga memiliki sejumlah program lain yang berkaitan dengan ketahanan nasional. Program tersebut meliputi bidang ekonomi, budaya, pangan, pendidikan hingga pengembangan sumber daya manusia.
Seminar kesehatan kali ini menghadirkan dr. Liu Mei, Dokter Spesialis Onkologi dari St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou. Peserta mendapatkan penjelasan mengenai pola hidup sehat, pentingnya pemeriksaan rutin, pengenalan gejala kanker hingga perkembangan pilihan terapi modern.
Wakil Ketua INTI Jawa Barat, Mimi Ekiami, mengatakan kegiatan tersebut diikuti sebanyak 120 peserta dengan komposisi yang cukup beragam. Menariknya, hampir 30 persen peserta merupakan penyintas kanker, sementara sekitar 15 persen lainnya berasal dari keluarga yang memiliki riwayat penyakit kanker.
“Kami sangat mensortir peserta yang hadir. Tujuannya agar lebih terfokus dan intimate,” ujar Mimi.
Menurutnya, tingginya minat masyarakat untuk mengikuti kegiatan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap edukasi kesehatan masih sangat besar. Bahkan, sejumlah pendaftar tidak dapat diakomodasi karena kapasitas peserta dibatasi.
“Antusias peserta sangat luar biasa. Banyak sekali yang mau daftar tapi kita batasi 120 orang,” jelasnya.
Dalam sesi edukasi, peserta tidak hanya mendapatkan teori mengenai kanker, tetapi juga kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan narasumber. Materi yang diberikan mencakup cara mengenali tanda awal penyakit, langkah deteksi dini serta pentingnya menjaga pola hidup sehat.
INTI Jawa Barat berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan. Edukasi kesehatan dinilai menjadi salah satu cara untuk membangun kesadaran masyarakat agar tidak mengabaikan pemeriksaan kesehatan.
“Kami berharap agar terus dapat mengedukasi masyarakat dengan pengetahuan-pengetahuan agar Indonesia menjadi lebih sehat,” tutup Mimi.
Sementara itu, Ketua Panitia Roy Pranata mengatakan pihaknya turut mengundang para ketua komunitas di Bandung. Langkah tersebut dilakukan agar informasi yang diperoleh dalam seminar dapat diteruskan kepada masyarakat yang lebih luas melalui jaringan komunitas masing-masing.
Roy menilai masih terdapat anggapan di tengah masyarakat bahwa kanker merupakan penyakit yang selalu sulit ditangani. Melalui seminar tersebut, pihaknya ingin memberikan pemahaman yang lebih tepat mengenai perkembangan penanganan medis saat ini.
Ia menegaskan edukasi diperlukan agar masyarakat tidak merasa takut secara berlebihan ketika menghadapi risiko kanker. Pemahaman mengenai gejala dan pemeriksaan sejak dini dinilai jauh lebih penting untuk mencegah keterlambatan penanganan.
Ke depan, INTI Jawa Barat berencana memperluas kegiatan edukasi kesehatan tersebut ke sejumlah daerah lain. Program serupa direncanakan dapat digelar melalui kerja sama dengan rumah sakit maupun berbagai pihak terkait di tingkat kabupaten dan kota.











Posting Komentar