Menembus Kepungan Asap Karhutla Kalsel, Lanud Sjamsudin Noor Kerahkan Personel dan Kekuatan Udara
Di tengah kepungan asap tebal, suhu panas, serta medan yang penuh tantangan, personel Lanud Sjamsudin Noor bersama unsur TNI, Polri, BPBD, instansi terkait dan masyarakat terus berada di lapangan. Selain melakukan pemadaman, petugas juga melakukan penyekatan dan pengendalian agar kobaran api tidak menjalar ke kawasan lain.
Kecepatan respons dan soliditas koordinasi lintas sektor menjadi kunci dalam menghadapi Karhutla. Kondisi cuaca, arah angin, serta karakteristik lahan dapat membuat api dengan cepat meluas sehingga setiap titik api harus segera ditangani. Kehadiran personel Lanud Sjamsudin Noor menjadi bagian dari upaya nyata TNI Angkatan Udara dalam membantu pemerintah dan masyarakat menghadapi ancaman Karhutla.
Penanganan dari darat diperkuat dengan pengerahan kekuatan udara untuk menjangkau titik-titik api yang sulit diakses. Sejumlah helikopter dari unsur TNI AU dan gabungan dikerahkan, di antaranya Helikopter Caracal, Bell, Mi-17, Super Puma, dan UH.
Kekuatan udara tersebut mendukung berbagai kebutuhan operasi, mulai dari pemadaman menggunakan metode water bombing, pemantauan dari udara, hingga membantu unsur di darat dalam menentukan langkah penanganan. Dukungan helikopter menjadi sangat penting, terutama di lokasi yang memiliki akses terbatas dan medan yang menyulitkan pergerakan personel maupun kendaraan pemadam.
Komandan Lanud Sjamsudin Noor, Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, M.M.S., menegaskan bahwa keterlibatan personel Lanud Sam merupakan bentuk komitmen TNI Angkatan Udara dalam mendukung pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam penanggulangan Karhutla di Kalimantan Selatan.
“Keterlibatan personel Lanud Sam dalam penanggulangan Karhutla bukan sekadar menjalankan tugas kedinasan, tetapi juga merupakan bentuk bakti untuk negeri dan pengabdian kepada masyarakat. Bagi prajurit, menjaga keselamatan masyarakat dan membantu mengatasi bencana merupakan bagian dari pengabdian kepada bangsa dan negara,” ujarnya.
Kolaborasi TNI AU, TNI, Polri, BPBD, instansi pemerintah dan masyarakat terus diperkuat. Setiap unsur saling melengkapi, mulai dari pemadaman dan penyekatan di darat, dukungan operasi udara, pemantauan titik api, hingga pencegahan agar kebakaran tidak kembali meluas.
"Di tengah kepungan asap dan beratnya medan, personel terus bergerak tanpa mengenal lelah. Helikopter bekerja dari udara, sementara pasukan di darat berjibaku mengendalikan api. Seluruh kekuatan dikerahkan dalam satu tujuan: memadamkan api, melindungi masyarakat, dan menjaga lingkungan Kalimantan Selatan," ucapnya.
Pengerahan personel Lanud Sam bersama kekuatan udara tersebut menjadi gambaran nyata sinergi dalam menghadapi Karhutla. Bagi TNI Angkatan Udara, setiap langkah di lapangan bukan sekadar tugas operasi, melainkan wujud pengabdian dan kehadiran negara untuk masyarakat.
"Dari darat pasukan bergerak, dari udara helikopter menghantam titik api. Di tengah kepungan asap Karhutla, Lanud Sjamsudin Noor menunjukkan bahwa negara hadir dan tidak tinggal diam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan," tandasnya. (Pen Lanud Sjamsudin Noor)







Posting Komentar