Pawang Ronda Forkopimda, Ngatiyana: Hidupkan Siskamling di Cimahi
Ronda malam yang digelar di RW 24 Kelurahan Cipageran itu dihadiri lengkap unsur Forkopimda. Selain Wali Kota Ngatiyana, hadir Kapolres Cimahi AKBP Moh. Faruk Rozi, S.H., S.I.K., M.Si., Dandim 0609/Cimahi Letkol Inf Ratno, S.H., M.I.P., Ketua DPRD Kota Cimahi Wahyu Widyatmoko, S.H., serta jajaran PJU Polres Cimahi, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Linmas, tokoh masyarakat, tokoh agama dan para ketua RT/RW.
Ngawangkong Bari Ngaronda dikemas bukan sekadar patroli biasa. Program ini menjadi ruang bincang santai antara pimpinan daerah dengan warga. Tujuannya jelas, menyerap langsung aspirasi dan keluhan masyarakat terkait keamanan lingkungan, sekaligus mengajak warga kembali aktif menjaga wilayahnya.
Dalam sambutannya, Wali Kota Ngatiyana menegaskan bahwa keamanan tidak bisa hanya diserahkan kepada aparat. TNI dan Polri memang memiliki peran utama dalam menjaga keamanan dan memberikan pelayanan, namun kunci utama tetap ada pada partisipasi masyarakat.
"Kalau warga tidak peduli, maka sekuat apapun aparat tidak akan cukup," ujar Ngatiyana.
Wali Kota mengajak seluruh warga Cimahi untuk mengaktifkan kembali pos ronda dan Siskamling. Menurutnya, ronda bukan hanya soal berjaga dari kejahatan, tetapi juga menjaga kebersamaan dan silaturahmi.
"Dengan ronda yang hidup, maka komunikasi antar tetangga jalan, informasi cepat sampai, dan potensi gangguan bisa kita cegah bersama," tegasnya.
Ngatiyana juga menyoroti persoalan serius yang kini mengancam generasi muda Kota Cimahi, yaitu peredaran obat keras terlarang. Ia menyebut jenis obat seperti Tramadol, Hexymer, Trihexyphenidyl dan Alprazolam yang disalahgunakan tanpa resep dokter harus diperangi bersama.
"Ini musuh kita bersama. Jangan sampai anak-anak kita menjadi korban," kata Ngatiyana dengan nada tegas.
Untuk memberantas peredaran obat terlarang tersebut, Ngatiyana meminta kolaborasi Forkopimda khususnya Polres Cimahi bersama masyarakat terus diperkuat.
"Ia mendorong adanya pengawasan lingkungan yang ketat dan pelaporan cepat jika menemukan aktivitas mencurigakan. "Pemerintah tidak bisa jalan sendiri. Kita butuh mata dan telinga warga," tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Kapolres Cimahi AKBP Moh. Faruk Rozi mengapresiasi dukungan penuh dari Wali Kota, TNI dan seluruh elemen masyarakat. Ia menilai program Pawang Ronda menjadi sarana efektif untuk bertukar informasi dan mendeteksi dini potensi gangguan kamtibmas.
"Polres Cimahi sangat berterima kasih kepada Pemkot, TNI dan warga yang sudah bersinergi menjaga keamanan lingkungan," ujar AKBP Faruk.
Kapolres juga mengingatkan masyarakat tentang keberadaan Layanan 110 yang bisa dihubungi gratis selama 24 jam untuk melaporkan gangguan keamanan.
"Sebagai bentuk akuntabilitas, ia menyampaikan bahwa pada 31 Agustus 2026 Polres Cimahi akan melaksanakan pemusnahan barang bukti narkotika, obat keras terbatas, minuman keras dan knalpot brong hasil operasi di wilayah hukum Polres Cimahi," kata Kapolres.
Sementara itu, Dandim 0609/Cimahi Letkol Inf Ratno menegaskan bahwa keamanan tidak hanya dibangun melalui penindakan hukum. Menurutnya, lingkungan yang aman lahir dari kesadaran hukum, kerukunan, kepedulian dan semangat gotong royong antar warga.
"Meronda itu menjaga silaturahmi juga. Ini kekuatan kita sebagai masyarakat Cimahi yang harus terus dijaga," kata Letkol Ratno.
Ketua DPRD Kota Cimahi Wahyu Widyatmoko yang turut hadir juga mendukung penuh program ini. Ia menyebut pendekatan humanis seperti Pawang Ronda sangat efektif karena membangun kedekatan emosional antara pemerintah dan rakyat.
"Kalau pemimpin turun ke bawah, maka persoalan di bawah juga cepat selesai," ujarnya.
Kegiatan yang berlangsung dengan aman dan penuh keakraban ini menjadi bukti komitmen Forkopimda Kota Cimahi dalam melakukan pencegahan dini terhadap potensi konflik sosial dan gangguan keamanan. Warga RW 24 Cipageran menyambut antusias dan siap menghidupkan kembali jadwal ronda di lingkungannya.
"Dengan dipimpin langsung oleh Wali Kota Ngatiyana, program Pawang Ronda keamanan Kota Cimahi adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah hadir, TNI-Polri siaga, dan warga bergerak. Dari sinilah Cimahi ingin menjadi kota yang aman, nyaman, sehat dan bebas dari peredaran obat keras," tandasnya. (Rustandi)






Posting Komentar