Subuh Bersama Polisi, Warga Cipatat Diajak Lawan C3, Hoaks hingga Narkoba
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 04.30 WIB tersebut digelar di sejumlah Masjid Besar/Jami di wilayah desa binaan se-Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Kapolsek Cipatat beserta jajaran Bhabinkamtibmas hadir di tengah masyarakat untuk mempererat silaturahmi sekaligus menyerap persoalan keamanan yang berkembang di lingkungan warga.
Kapolsek Cipatat Kompol D.M.S. Andriani Sapin, memimpin langsung kegiatan tersebut. Kehadiran polisi sejak waktu Subuh menjadi bagian dari upaya memastikan masyarakat merasakan kehadiran dan pelayanan Polri tidak hanya saat terjadi gangguan keamanan.
Usai melaksanakan ibadah, personel kepolisian berdialog dengan para jemaah. Pesan Kamtibmas disampaikan secara langsung, mulai dari pentingnya menghidupkan kembali sistem keamanan lingkungan atau Siskamling hingga kewaspadaan terhadap aksi Curat, Curas dan Curanmor (C3) yang dapat mengancam keamanan permukiman.
Polisi juga menyoroti maraknya penyebaran informasi bohong atau hoaks di media sosial. Warga diminta tidak mudah percaya maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi karena isu provokatif dapat memicu keresahan dan merusak kerukunan antarwarga.
Tak kalah penting, Kompol DMS Andriani Sapin mengingatkan para orang tua agar memperketat pengawasan terhadap pergaulan anak-anaknya. Bahaya narkoba, minuman keras oplosan, balapan liar hingga aksi geng motor dinilai perlu dicegah bersama sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar di tengah masyarakat.
"Kapolsek juga membuka ruang komunikasi dengan masyarakat melalui layanan kepolisian. Warga diminta segera melapor apabila menemukan potensi gangguan Kamtibmas, sehingga setiap persoalan dapat ditangani lebih cepat sebelum berkembang menjadi gangguan keamanan yang lebih serius,"ujarnya.
Dari kegiatan tersebut, situasi wilayah desa binaan di Kecamatan Cipatat terpantau aman dan kondusif. Polsek Cipatat menegaskan bahwa menjaga keamanan bukan hanya tugas polisi, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.
"Sinergi polisi, tokoh agama dan warga menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan yang aman, tertib dan bebas dari berbagai ancaman Kamtibmas," tandas Kompol DMS Andriani Sapin. (Rustandi)






Posting Komentar