Abu Anak Krakatau Mulai Terasa di Cimahi, Pemkot Siagakan Puskesmas dan Pertahankan Sekolah Tatap Muka
Kondisi tersebut membuat Pemerintah Kota Cimahi langsung meningkatkan kesiapsiagaan. Meski demikian, Pemkot memastikan kegiatan belajar mengajar di seluruh sekolah untuk sementara tetap berlangsung secara tatap muka atau luring dengan penerapan langkah mitigasi yang diperketat.
Kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau sekolah daring belum diberlakukan secara menyeluruh. Pemerintah memilih membatasi aktivitas di luar ruangan sambil terus memantau perkembangan dampak abu vulkanik yang dikhawatirkan dapat mengganggu kesehatan, khususnya saluran pernapasan.
Wali Kota Cimahi Ngatiyana menegaskan seluruh jajaran pemerintah telah disiapkan untuk menghadapi kemungkinan dampak lanjutan. Puskesmas hingga petugas di tingkat kelurahan diminta berada dalam kondisi siap merespons apabila terjadi peningkatan keluhan kesehatan masyarakat.
"Kami siapkan puskesmas dan petugas kelurahan dalam status siap merespons, mirip mekanisme saat penanganan pandemi sebelumnya," ujar Ngatiyana, Senin (7/9/2026).
Menurut Ngatiyana, karakter abu yang teramati sangat halus sehingga perlu diwaspadai karena berpotensi masuk ke saluran pernapasan. Warga pun diimbau meningkatkan perlindungan diri dengan menutup pintu dan jendela rumah untuk meminimalkan masuknya partikel debu ke dalam ruangan.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan membersihkan abu vulkanik. Pembersihan disarankan dilakukan dengan cara menyapu kering terlebih dahulu dan menghindari penyiraman air secara langsung yang justru dapat membuat permukaan menjadi licin dan berpotensi membahayakan.
"Pemerintah juga sedang menyiapkan pendistribusian masker melalui Dinas Kesehatan sesuai ketersediaan stok," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi Nana Suyatna mengatakan pihaknya telah menginstruksikan seluruh satuan pendidikan untuk memperketat aktivitas siswa. Kegiatan di luar kelas dibatasi, bahkan dapat ditiadakan sementara apabila kondisi lingkungan dinilai tidak memungkinkan.
"Untuk kegiatan di luar kelas dibatasi atau ditiadakan sementara, ruang kelas dijaga tetap tertutup guna mencegah masuknya partikel vulkanik, dan penggunaan masker diwajibkan jika berada di luar ruangan," tegas Nana.
Terkait kemungkinan perubahan sistem belajar menjadi daring, Nana menegaskan keputusan tersebut belum diambil. Dinas Pendidikan masih menunggu hasil evaluasi terpadu dan koordinasi lanjutan bersama Wali Kota Cimahi serta unsur pemerintah di wilayah Bandung Raya.
"Soal ketersediaan masker di sekolah kami akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk memastikan pasokan tambahan bagi peserta didik jika diperlukan," pungkasnya.
Pemkot Cimahi kini meminta masyarakat tetap tenang namun tidak lengah. Perkembangan kondisi lingkungan akan terus dipantau, sementara kebijakan lanjutan, termasuk kemungkinan penerapan PJJ, akan ditentukan berdasarkan hasil evaluasi situasi dan pertimbangan keselamatan warga.(Rustandi)





Posting Komentar