Anggota BPD Parongpong Periode 2026-2034 Resmi Dilantik, Diminta Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Desa
Prosesi pelantikan dipimpin Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Bandung Barat, Duddy Prabowo. Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPRD KBB H. Ayi Sudrajat dari Fraksi Golkar, Ade Wawan dari PKB dan Hely Narni dari PKS.
Sejumlah pejabat juga hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) KBB Dudi Supriadi, Camat Parongpong Agus Ganjar Hidayat, serta tujuh kepala desa se-Kecamatan Parongpong.
Dalam kesempatan tersebut, Duddy Prabowo menyampaikan pesan Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail kepada para anggota BPD yang baru dilantik. Ia meminta amanah masyarakat yang kini berada di pundak para anggota BPD dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Semoga senantiasa diberikan kekuatan dan kemampuan dalam menjalankan amanat yang diberikan kepada Bapak, Ibu, dan Saudara sekalian,” ujar Duddy.
Ia menjelaskan, pengambilan sumpah dan janji bukan sekadar rangkaian seremonial. Setelah resmi dilantik, anggota BPD memiliki tugas, kewajiban, hak serta kewenangan yang harus dijalankan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
"Keberadaan BPD, lanjut Duddy, memiliki peran penting dalam penyelenggaraan pemerintahan desa. Lembaga tersebut berfungsi menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat, menjadi mitra kepala desa, sekaligus menjalankan fungsi pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan desa," kata Duddy.
Sementara itu, Camat Parongpong Agus Ganjar Hidayat mengapresiasi seluruh panitia yang telah melaksanakan tahapan pemilihan anggota BPD hingga menghasilkan figur-figur yang memperoleh kepercayaan masyarakat.
“Terima kasih kepada seluruh panitia pemilihan anggota BPD yang telah menunjukkan kinerja terbaiknya. Mudah-mudahan para anggota terpilih mampu membangun desa demi kemajuan masyarakat di wilayah Kecamatan Parongpong,” katanya.
Agus juga memberikan penghargaan kepada anggota BPD periode sebelumnya atas pengabdian yang telah diberikan. Ia berharap berbagai program serta perjuangan yang telah dilakukan selama masa tugas dapat dilanjutkan dan dikembangkan oleh anggota BPD periode berikutnya.
Menurut Agus, anggota BPD yang baru harus mampu menjadi penggerak kerja sama dengan pemerintah desa. Sinergi tersebut diperlukan dalam berbagai bidang, mulai dari penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, pemberdayaan masyarakat hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.
Agus turut menyoroti keterwakilan perempuan dalam keanggotaan BPD di Kecamatan Parongpong. Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap perempuan untuk menjadi bagian dari BPD menunjukkan adanya ruang partisipasi yang semakin terbuka dalam pemerintahan desa.
“Artinya, kiprah perempuan sudah mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. Tinggal bagaimana pengurus BPD yang baru ini bisa bersinergi dengan pemerintah desa, menggali dan menyalurkan aspirasi masyarakat demi kemaslahatan dan kemajuan desa,” ujarnya.
Pesan mengenai pentingnya hubungan kerja yang harmonis juga disampaikan Anggota DPRD KBB dari Fraksi Golkar, H. Ayi Sudrajat. Ia mengingatkan bahwa anggota BPD merupakan representasi masyarakat yang mendapat mandat untuk menjalankan fungsi permusyawaratan di tingkat desa.
Ayi meminta BPD tidak membangun pola hubungan yang berseberangan dengan kepala desa. Menurutnya, BPD dan pemerintah desa memiliki peran yang saling melengkapi dalam menjalankan roda pemerintahan.
“Jangan menjadi lawan, tetapi harus menjadi mitra. Pemerintahan desa itu ada kepala desa dan BPD. Harus seperti suami istri, saling mengisi dan melengkapi kekurangan agar pemerintahan berjalan lancar,” kata Ayi.
Ia berharap komunikasi antara BPD dan kepala desa dapat terus dijaga agar penyelenggaraan pemerintahan tidak terganggu oleh perbedaan langkah. Menurutnya, keselarasan dalam menjalankan tugas menjadi bagian penting untuk mendukung pembangunan di masing-masing desa.
“Kami berharap mereka melaksanakan tugas dan fungsinya. Kalau tidak selaras dan tidak sejalan, akan terus terjadi benturan. Mudah-mudahan ke depan tidak ada lagi BPD dan kepala desa yang bertolak belakang, tetapi sama-sama berjalan untuk membangun desa masing-masing,” pungkasnya. (Rustandi)






Posting Komentar