Kapolsek Cikalongwetan Hadiri Rembug Stunting, Dorong Sinergi Lintas Sektor Tekan Risiko Stunting
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB tersebut diikuti berbagai unsur lintas sektor, mulai dari Pemerintah Kecamatan, DPMD Kabupaten Bandung Barat, pemerintah desa, TNI-Polri, puskesmas, tenaga kesehatan, TP-PKK, pendamping desa, kader pembangunan manusia hingga unsur organisasi kemasyarakatan.
Rembug stunting tersebut menjadi forum untuk membahas berbagai permasalahan yang berkaitan dengan gizi, ibu hamil berisiko tinggi, serta balita yang memiliki risiko stunting. Selain itu, kegiatan juga diarahkan untuk menyinkronkan program dan menyusun langkah intervensi terpadu di masing-masing desa.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek Cikalongwetan AKP Deden Indrajaya turut memberikan sambutan. Ia menegaskan bahwa Polri mendukung upaya pemerintah dalam mencegah dan menekan risiko stunting sebagai bagian dari pembangunan manusia dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Stunting bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga berkaitan dengan masa depan generasi penerus. Karena itu, penanganannya membutuhkan kepedulian dan sinergi dari seluruh pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, kader, keluarga hingga masyarakat,” ujar Kapolsek dalam sambutannya.
Kapolsek juga menekankan peran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat untuk terus bersinergi dengan perangkat desa, tenaga kesehatan dan para kader. Bhabinkamtibmas diharapkan dapat ikut mendukung edukasi kepada masyarakat, memantau perkembangan situasi di wilayah serta membantu memastikan program bantuan yang diberikan pemerintah dapat diterima oleh masyarakat yang menjadi sasaran.
"Menurutnya, kepedulian terhadap ibu hamil dan balita harus terus diperkuat melalui pemanfaatan layanan Posyandu serta berbagai program pendampingan yang tersedia. Gotong royong dan komunikasi lintas sektor dinilai penting agar setiap persoalan yang ditemukan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti," tegas AKP Deden Indrajajaya.
Dalam rembug tersebut juga dibahas sejumlah program prioritas, di antaranya penanganan gizi buruk, ibu hamil risiko tinggi dan balita berisiko stunting. Penguatan intervensi melalui Dapur Sehat Atasi Stunting (DAHSAT), konseling gizi serta pemberian makanan tambahan bagi balita dan ibu hamil turut menjadi bagian dari pembahasan.
Kegiatan juga menghasilkan penyelarasan data sasaran dan pemetaan keluarga berisiko stunting di masing-masing desa. Sinkronisasi data melalui sistem digital Web Aksi Konvergensi Stunting dilakukan untuk mendukung monitoring dan evaluasi sehingga program yang dilaksanakan dapat lebih tepat sasaran.
"Kapolsek Cikalongwetan berharap hasil Rembug Stunting tidak berhenti pada forum pembahasan, tetapi dapat diwujudkan melalui langkah nyata dan kolaborasi berkelanjutan. Polsek Cikalongwetan siap mendukung sinergi lintas sektor dalam menciptakan lingkungan masyarakat yang sehat, aman dan sejahtera," harapnya.
Kegiatan berlangsung lancar, tertib dan kondusif. Kehadiran personel Polsek Cikalongwetan turut mendukung pengamanan serta memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman hingga selesai. (Rustandi)







Posting Komentar