Kebakaran di Kota Cimahi Capai 64 Kejadian, Lahan Kosong Mendominasi
Kepala Seksi Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi, Aep Mulyana, menyampaikan bahwa dari total 64 objek yang mengalami kebakaran, kejadian paling banyak terjadi pada lahan kosong.
“Dari rekapitulasi periode 1 Januari sampai 21 September 2026, tercatat sebanyak 64 objek kebakaran di Kota Cimahi,” ujar Aep Mulyana saat ditemui.
Berdasarkan data tersebut, kebakaran lahan kosong menjadi kejadian dengan jumlah tertinggi, yakni sebanyak 23 objek. Selanjutnya kebakaran rumah tercatat sebanyak 16 objek, pabrik atau gudang sebanyak 11 objek, pasar atau toko sebanyak 5 objek, serta kategori lain-lain sebanyak 10 objek," tambah Aep.
"Sementara itu, untuk kategori rumah makan dan perkantoran hingga periode tersebut tidak tercatat adanya kejadian kebakaran. Selain penanganan di wilayah Kota Cimahi, Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi juga tercatat memberikan bantuan penanganan kebakaran di luar wilayah Kota Cimahi sebanyak dua kejadian," terang Aep.
Aep mengatakan, data tersebut menjadi perhatian bersama karena kebakaran dapat terjadi pada berbagai objek dan membutuhkan penanganan cepat untuk mencegah api meluas. Terlebih pada lahan kosong, kondisi lingkungan yang kering dapat membuat api lebih mudah menjalar apabila terjadi kebakaran.
"Ia mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi munculnya api, termasuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran di area lahan kosong maupun lingkungan permukiman," tegas Aep.
Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dan tidak melakukan kegiatan yang berpotensi menimbulkan api, terutama di area yang terdapat material mudah terbakar. Pastikan juga setelah menggunakan api benar-benar sudah dipadamkan,” pesannya.
Selain itu, masyarakat diminta tidak membakar sampah secara sembarangan dan memastikan instalasi maupun peralatan listrik di rumah dalam kondisi aman. Apabila meninggalkan rumah, warga juga diingatkan untuk memastikan kompor, alat elektronik dan sumber api lainnya sudah dalam keadaan mati.
"Aep juga mengajak masyarakat segera melaporkan apabila melihat adanya titik api atau kejadian kebakaran agar dapat ditangani secepat mungkin. Menurutnya, kecepatan informasi dan respons menjadi bagian penting dalam mencegah kebakaran berkembang lebih besar dan menimbulkan kerugian yang lebih luas," tandas Aep. (Rustandi)




Posting Komentar