Lahan Bawang Putih 1,5 Hektare di Sindangkerta Dipantau, Kemarau Jadi Tantangan Utama
Monitoring dilakukan di lahan pertanian Kampung Citunjang RT 01 RW 01, Selasa (8/9/2026), sebagai bagian dari pendampingan dan pengawasan terhadap program pertanian yang diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan masyarakat.
Kegiatan tersebut melibatkan Kapolsek Sindangkerta bersama Perwira Monitoring Polres Cimahi, Kanit Binmas, Bhabinkamtibmas Desa Mekarwangi serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Sindangkerta.
"Dari hasil pemantauan, lahan seluas sekitar 1,5 hektare milik warga bernama H. Asep tersebut telah dipersiapkan untuk memasuki tahap penanaman bawang putih. Namun, pelaksanaan penanaman masih menghadapi tantangan serius terkait ketersediaan sumber air irigasi," Kapolsek Sindangkerta AKP Sholehuddin, S.E.,
Kondisi kemarau panjang menyebabkan pasokan air di sekitar area pertanian belum berada dalam kondisi optimal. Ketersediaan air menjadi faktor utama yang harus dipastikan sebelum proses penanaman dimulai.
Kapolsek mengatakan monitoring dilakukan untuk mengetahui perkembangan kesiapan lahan sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang berpotensi menghambat pelaksanaan program pertanian.
"Monitoring ini penting untuk memastikan kesiapan di lapangan, termasuk melihat langsung kondisi lahan dan ketersediaan air. Saat ini kendala yang perlu mendapat perhatian adalah sumber air irigasi yang masih kurang akibat kondisi musim kemarau,” ujar AKP Sholehuddin.
Menurutnya, proses penanaman tidak akan dipaksakan sebelum kebutuhan dasar pertanian, khususnya air, benar-benar siap. Hal tersebut dilakukan agar program yang telah direncanakan dapat berjalan maksimal dan tidak menimbulkan kerugian bagi para petani.
Polsek Sindangkerta pun terus membangun koordinasi dengan Dinas Pertanian, PPL Kecamatan serta tokoh masyarakat setempat untuk memantau perkembangan kesiapan lahan dan mencari solusi atas kendala yang dihadapi.
Selain melakukan monitoring, jajaran Bhabinkamtibmas juga diarahkan untuk melakukan pendampingan secara rutin. Pendampingan tersebut bertujuan memastikan seluruh tahapan program pertanian berjalan aman, lancar dan mendapat dukungan dari masyarakat sekitar.
AKP Sholehuddin juga mengingatkan pentingnya menjaga sarana dan prasarana pertanian sebagai aset bersama. Ia mengajak masyarakat dan para petani untuk ikut menjaga keamanan lingkungan agar aktivitas pertanian dapat berjalan tanpa gangguan.
“Kami berharap ada kolaborasi yang kuat antara petani, pemerintah, penyuluh pertanian dan aparat keamanan. Ketahanan pangan adalah kepentingan bersama dan perlu dikawal mulai dari kesiapan lahan hingga hasil panen,” tegasnya. (Rustandi)






Posting Komentar