Perselisihan Antar Santri di Ponpes Misbahunnur Diselesaikan Lewat Musyawarah, Polisi Turut Mediasi
Kegiatan problem solving tersebut berlangsung pada Rabu, 23 September 2026 sekitar pukul 14.00 WIB hingga selesai, bertempat di Aula Ponpes Tahfidz Qur'an Misbahunnur, Jalan Kolmas RT 03 RW 13, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi.
Perselisihan bermula dari dugaan pencurian uang yang terjadi di lingkungan ponpes pada 23 Agustus 2026. Dalam proses konfirmasi yang dilakukan sejumlah santri kelas 12A terhadap seorang santri berinisial Dian, kemudian terjadi tindakan pemukulan yang melibatkan santri Fahrizal bersama sejumlah santri lainnya.
Menindaklanjuti persoalan tersebut, pihak Ponpes Tahfidz Qur'an Misbahunnur mempertemukan para pihak, termasuk orang tua santri yang terlibat. Pertemuan dilakukan untuk mencari penyelesaian terhadap persoalan yang telah terjadi sekaligus mencegah konflik berkembang lebih jauh.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Pengasuh Putra PPTQ Misbahunnur KH. Abdul Aziz, S.Ag., AlHafizh, Kepala Sekolah MA PPTQ Misbahunnur H. Solah Jalaludin, M.Pd, Wali Kelas 12 Vina Nur Fitri, S.Pd, serta para orang tua santri yang berkaitan dengan persoalan tersebut.
Kapolsek Cimahi Kompol Donny Irawan, S.H menekankan pentingnya penyelesaian setiap persoalan secara bijaksana dan mengedepankan musyawarah. Lingkungan pendidikan dan pesantren diharapkan dapat menjadi ruang pembinaan yang mampu menyelesaikan persoalan tanpa tindakan yang justru menimbulkan masalah baru.
"Dalam musyawarah tersebut, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan dengan mengacu pada aturan yang berlaku di lingkungan Ponpes Tahfidz Qur'an Misbahunnur. Kesepakatan tersebut kemudian dituangkan dalam surat pernyataan bersama,"ujarnya.
Bhabinkamtibmas Kelurahan Cipageran Aipda Alfian A Setiawan, S.Sy turut hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadiran kepolisian menjadi bagian dari upaya problem solving serta membantu menjaga proses penyelesaian persoalan agar berlangsung tertib dan kondusif
"Selama pelaksanaan problem solving, seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, tertib dan kondusif. Kesepakatan bersama yang telah dibuat diharapkan menjadi langkah penyelesaian persoalan sekaligus menjadi pembelajaran bagi para santri untuk menyelesaikan setiap permasalahan dengan cara yang lebih baik," tandas Kompol Donny. (Rustandi)






Posting Komentar