44 Inovasi Ecozone, DLH Cimahi Sabet 2 Penghargaan Sekaligus
Kepala DLH Kota Cimahi, Chanifah Listyarini, menyampaikan apresiasinya atas penghargaan tersebut. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa penghargaan bukan menjadi tujuan utama dari berbagai inovasi yang dikembangkan. Menurut Chanifah, inovasi harus menjadi bagian dari budaya kerja aparatur sipil negara (ASN). Setiap pegawai, baik di tingkat staf maupun pimpinan, dituntut mampu mencari solusi atas berbagai persoalan yang muncul dalam pelaksanaan tugas.
“Inovasi itu adalah sudah menjadi satu keharusan untuk seluruh ASN untuk dapat menyelesaikan permasalahan-permasalahan dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya,” ujar Chanifah seusai menerima penghargaan, Kamis, 8 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, dua penghargaan yang diterima DLH memiliki fokus yang berbeda. Salah satunya berkaitan dengan pengelolaan sampah berbasis teknologi yang menjadi bagian dari upaya merealisasikan salah satu dari 17 janji politik Wali Kota Cimahi.
"Menurutnya, pengelolaan sampah tidak lagi dapat mengandalkan pola konvensional berupa pengumpulan, pengangkutan, kemudian pembuangan ke tempat pemrosesan akhir. Pemerintah Kota Cimahi melalui DLH mulai mendorong sistem yang memungkinkan sampah ditangani sedekat mungkin dengan sumbernya," ujar Chanifah.
Implementasinya antara lain dilakukan melalui sejumlah TPS 3R yang telah didukung perangkat teknologi pengolahan sampah. Dengan pola tersebut, sampah diharapkan dapat diproses sejak dari sumber sehingga beban dan volume sampah yang berakhir di TPA bisa ditekan.
Selain penghargaan terkait pengelolaan sampah, DLH Kota Cimahi juga dinobatkan sebagai SKPD Terinovatif. Chanifah menilai capaian tersebut bukan soal siapa yang paling unggul, tetapi menjadi gambaran bahwa jajaran DLH telah berupaya menghadirkan inovasi yang selaras dengan target kinerja organisasi.
"Di lingkungan DLH, tercatat sebanyak 44 inovasi yang dikembangkan dan dihimpun dalam payung besar bernama Ecozone. Kumpulan inovasi tersebut dirancang untuk mendukung pencapaian lima indikator kinerja utama DLH," tuturnya.
Ecozone sekaligus menjadi ruang kolaborasi antarbidang di lingkungan DLH. Inovasi yang dikembangkan mencakup berbagai aspek, mulai dari pengelolaan sampah, pengendalian pencemaran air dan udara, hingga pengelolaan taman serta ruang terbuka hijau.
"Dengan pendekatan tersebut, inovasi tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan internal organisasi, tetapi juga menghasilkan solusi yang dapat diterapkan dalam menghadapi persoalan lingkungan secara langsung di masyarakat," harap Chanifah.
Chanifah berharap capaian yang diraih tahun ini menjadi pemacu bagi seluruh jajaran DLH untuk terus melakukan pembaruan. Menurutnya, inovasi harus tetap berjalan meskipun penghargaan telah diperoleh.





Posting Komentar