Buka Asih Putera Festival Orthea, Wali Kota Cimahi Minta Pelajar Kendalikan Emosi
Festival tersebut diikuti oleh para pelajar dari berbagai sekolah di Kota Cimahi dan berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan serta antusiasme tinggi dari para peserta, pelatih dan para pendukung yang hadir memadati lokasi kegiatan.
Wali Kota Ngatiyana menekankan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas dan kebersamaan selama bertanding di lapangan. Ia berpesan agar seluruh peserta menjadikan festival ini sebagai ajang silaturahmi antar pelajar.
Menurutnya, tujuan utama para pelajar adalah menuntut ilmu dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Olahraga adalah sebuah prestasi tambahan yang menjadi pendukung pendidikan untuk menjaga kesehatan tubuh agar tetap prima dan bugar dalam mengikuti proses belajar.
"Apalagi melalui olahraga. Olahraga adalah sebuah prestasi sebagai tambahan kalian semua untuk mengikuti pendidikan. Tujuan utamanya adalah menuntut ilmu dan dibarengi didukung dengan olahraga," ujar Wali Kota Ngatiyana dalam sambutannya.
Wali Kota juga menekankan bahwa festival olahraga ini adalah sarana untuk komunikasi dua arah antara teman dengan teman, sehingga terjalin kekeluargaan, kebersamaan dan persaudaraan antar pelajar dari sekolah dan wilayah yang berbeda di Kota Cimahi.
"Ia mengingatkan agar seluruh peserta menjaga keselamatan, keamanan, kebersamaan dan persaudaraan selama festival berlangsung. Menurutnya, festival olahraga ini hanyalah sarana pendukung pendidikan di sekolah, bukan menjadi tujuan utama yang harus mengorbankan nilai kebersamaan," pesan Ngatiyana.
Lebih lanjut, Wali Kota Ngatiyana menegaskan bahwa menang dan kalah adalah nomor dua. Yang terpenting adalah silaturahmi, kebersamaan dan kekeluargaan antar pelajar. Karena itu ia meminta para pelajar untuk mengakui prestasi lawan dan tidak mencari alasan saat kalah.
"Kalau kalah ya akui kalah, yang menang ya jangan sombong. Karena yang kalah masih banyak kesempatan yang akan datang. Akuilah prestasi orang lain yang memenangkan pertandingan. Jangan mencari-cari kesalahan atau alasan apapun. Karena saat ini kita kalah, itulah memang prestasi kita belum gemilang," tegas Ngatiyana.
Ia juga meminta para pelajar yang masih muda untuk mampu mengendalikan hawa nafsu dan emosi saat pertandingan berlangsung. Kondisi lelah dan capek di lapangan kerap membuat pemain tidak bisa mengendalikan emosi sehingga memicu keributan dan permasalahan yang tidak diinginkan.
"Saya harapkan anak-anakku yang masih muda harus bisa mengendalikan hawa nafsu dan emosi. Secapek apapun ingatlah bahwa lawanmu itu adalah teman, lawanmu itu adalah saudaramu. Sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," pesan Wali Kota dengan penuh perhatian.
Wali Kota Ngatiyana memberikan motivasi terkait perkembangan zaman yang sudah sangat berbeda dengan masa lalu. Saat ini sudah memasuki zaman teknologi dan zaman AI, di mana mencari nafkah tidak harus menjadi pegawai negeri, TNI atau Polri, semua bisa mendapatkan ekonomi tergantung inovasi dan kreativitas, termasuk melalui jalur olahraga.
"Ia pun mengenang masa lalunya saat ingin berlatih sepak bola yang sangat sulit dan penuh keterbatasan. Tidak ada lapangan memadai seperti sekarang, latihan dilakukan di sawah, di lahan kebun dengan bola plastik, bahkan adu kekuatan fisik dengan tulang kering beradu tulang kering yang sangat menyakitkan, namun menjadi pengalaman berharga yang membentuk mental juara," tandas Ngatiyana.(Rustandi)








Posting Komentar