Cegah bullying dan bahaya narkoba, Polsek Cimahi edukasi 500 santri PPTQ Misbahunnur
Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WIB tersebut dipimpin oleh Wakapolsek Cimahi, AKP Asep Ratman, S.H., selaku pembina upacara. Turut mendampingi kegiatan tersebut Bhabinkamtibmas Kelurahan Cipageran, AIPDA Alfian A. Setiawan, S.Sy., yang bertugas sebagai liaison officer (LO).
Dalam amanatnya, AKP Asep Ratman menekankan pentingnya mencegah tindakan perundungan atau bullying di lingkungan sekolah maupun pondok pesantren. Ia mengingatkan para santri agar saling menghormati, menjaga ucapan dan perilaku, serta tidak melakukan tindakan yang dapat menyakiti fisik maupun mental sesama teman.
"Selain itu, para santri juga diberikan pemahaman mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak kesehatan, masa depan, serta kehidupan sosial generasi muda. Edukasi ini diharapkan mampu meningkatkan kewaspadaan para pelajar agar tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan pergaulan yang berisiko," ucapnya.
Polsek Cimahi juga mengingatkan pentingnya menaati aturan dan menghindari berbagai bentuk pelanggaran di lingkungan pondok pesantren. Para santri diharapkan mampu menjaga kedisiplinan, menghormati guru dan pengasuh, serta menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan kondusif.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Yayasan PPTQ Misbahunnur, para kepala sekolah MA dan MTs PPTQ Misbahunnur, jajaran guru dan staf, serta sekitar 500 santri putra dan putri. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung khidmat, tertib, dan mendapat dukungan dari pihak sekolah serta lingkungan pesantren.
Kapolsek Cimahi, KOMPOL Donny Irawan, S.H., mengatakan bahwa program Police Goes To School merupakan salah satu upaya kepolisian untuk mendekatkan diri kepada kalangan pelajar sekaligus menanamkan kesadaran hukum sejak dini. Ia berharap para santri dapat menjadi generasi yang berkarakter, disiplin, berprestasi, serta mampu menjauhi bullying, narkoba, dan segala bentuk pelanggaran hukum.
"Melalui kegiatan ini, Polsek Cimahi berharap sinergi antara kepolisian, pihak sekolah, dan keluarga besar pesantren semakin kuat dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan bebas dari perilaku menyimpang. Edukasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari demi mewujudkan generasi muda yang berakhlak baik dan sadar hukum," tandss tandas Kompol Donny. (Rustandi)







Posting Komentar