Cegah Kenakalan Remaja, Kapolsek Bojongsoang Berikan Pembinaan kepada Pelajar MA Persis 84
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya preventif kepolisian untuk meningkatkan kesadaran pelajar terhadap berbagai bentuk kenakalan remaja yang dapat berdampak negatif terhadap masa depan, lingkungan pendidikan, dan kehidupan bermasyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek Bojongsoang memberikan pemahaman mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba, obat keras terbatas, perundungan atau bullying, serta berbagai tindakan yang bertentangan dengan norma sosial dan ketentuan hukum.
Kapolsek mengingatkan para siswa-siswi agar tidak mudah terpengaruh oleh ajakan pergaulan yang mengarah pada penyalahgunaan narkoba maupun obat keras terbatas.
"Pelajar diharapkan mampu membentengi diri dengan pengetahuan yang benar, memilih lingkungan pertemanan yang positif, serta berani menolak setiap ajakan yang dapat membahayakan kesehatan, pendidikan, dan masa depan mereka,"pesannya.
Edukasi sejak dini dinilai penting untuk menumbuhkan kesadaran bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi, sehingga para pelajar perlu mempertimbangkan dampak dari keputusan yang diambil.
"Selain membahas penyalahgunaan narkoba dan obat keras, pembinaan juga menyoroti perilaku perundungan yang dapat merugikan korban, mengganggu proses belajar, dan merusak hubungan antarsiswa," kata Kapolsek.
Para pelajar diimbau untuk tidak melakukan intimidasi, kekerasan, penghinaan, maupun tindakan lain yang merendahkan martabat teman. Sebaliknya, siswa-siswi diajak membangun sikap saling menghormati, peduli terhadap sesama, serta membantu menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.
"Apabila menemukan tindakan perundungan atau perilaku yang membahayakan, pelajar diharapkan berani menyampaikan kepada guru, pihak sekolah, orang tua, atau pihak berwenang agar dapat ditangani secara tepat," tandas Kompol Undi.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek juga menekankan pentingnya etika, adab, sopan santun, dan tanggung jawab sebagai bagian dari karakter generasi muda Indonesia.
Siswa-siswi diingatkan untuk menghormati guru dan orang tua, menjaga tutur kata, menaati peraturan sekolah, serta menghargai perbedaan di lingkungan pergaulan.
Pembentukan karakter tidak hanya ditunjukkan melalui prestasi akademik, tetapi juga melalui perilaku sehari-hari, kedisiplinan, kejujuran, dan kepedulian terhadap orang lain.
"Kapolsek mengajak para pelajar memanfaatkan masa pendidikan untuk mengembangkan kemampuan, meraih cita-cita, dan membangun masa depan yang lebih baik tanpa terlibat dalam tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun masyarakat,"ajaknya.
Kapolresta Bandung Kombes Pol Dr. Tri Suhartanto, S.H., M.H., M.Si., melalui Kapolsek Bojongsoang Kompol Undi Kurnia, S.I.P., CBA., CPHR., mendorong upaya pembinaan yang bersifat edukatif dan preventif sebagai bagian dari pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat kesadaran hukum, membangun karakter positif, serta mendorong para pelajar agar mampu mengambil keputusan yang bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
"Melalui sinergi kepolisian, sekolah, keluarga, dan masyarakat, pencegahan kenakalan remaja diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan demi mewujudkan generasi muda yang sehat, berprestasi, berakhlak, dan taat aturan," pungkas Kompol Undi. (**)






Posting Komentar