Dapat 100 Becak Listrik Gratis dari Presiden, Sekda Cimahi DR Maria Fitriana : Tak Boleh Masuk Jalan Protokol
Dr.Maria Fitriana menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan program pemerintah pusat untuk mendukung kesejahteraan masyarakat, terutama para pengemudi becak yang membutuhkan sarana transportasi yang lebih modern dan efisien.
"Untuk memastikan becak listrik dapat digunakan secara aman, Pemerintah Kota Cimahi telah menggelar pelatihan bagi para calon penerima. Materi pelatihan mencakup pengenalan mesin, tata cara pengoperasian, serta pemahaman mengenai perbedaan becak konvensional dan becak listrik," tegas DR. Maria Fitriana
Pelatihan ini dinilai penting agar para penerima tidak hanya mampu mengoperasikan kendaraan, tetapi juga memahami aspek keselamatan dalam membawa penumpang maupun saat berkendara di lingkungan permukiman.
Meski diberikan secara gratis, lanjut DR. Maria Fitriana, penggunaan becak listrik tersebut akan diatur secara khusus. Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Perhubungan (Dishub) telah melakukan pemetaan wilayah operasional untuk memastikan becak listrik tidak memasuki jalan-jalan protokol yang memiliki tingkat kepadatan lalu lintas tinggi.
"Dr.Maria Fitriana menegaskan bahwa becak listrik tersebut diarahkan untuk beroperasi di kawasan perumahan dan wilayah yang tidak bersinggungan langsung dengan jalan protokol," tegasnya.
Pengaturan ini dilakukan untuk meminimalkan risiko kecelakaan, menjaga keselamatan pengemudi dan penumpang, serta memastikan kelancaran arus lalu lintas di Kota Cimahi.
"Dengan adanya pembatasan wilayah operasional tersebut, pemerintah berharap bantuan becak listrik dapat dimanfaatkan secara optimal tanpa menimbulkan persoalan baru di sektor transportasi," kata DR. Maria Fitriana.
Lebih lanjut DR. Maria Fitriana menyatakan, penyerahan 100 unit becak listrik itu direncanakan berlangsung pada 20 Oktober 2026. Wali Kota Cimahi bersama sejumlah pihak dari yayasan terkait dijadwalkan terlibat dalam proses penyerahan kepada masyarakat penerima manfaat.
Untuk menyosialisasikan penggunaan becak listrik, Pemkot Cimahi juga merencanakan konvoi yang melibatkan sekitar 15 hingga 20 unit becak listrik. Dalam kegiatan tersebut, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Cimahi direncanakan ikut serta.
"Kegiatan tersebut diharapkan menjadi bentuk dukungan sekaligus pengenalan kepada masyarakat mengenai pemanfaatan becak listrik sebagai sarana transportasi yang lebih modern dan ramah lingkungan," harap DR. Maria Fitriana.
Selain mempersiapkan penyerahan bantuan, Pemkot Cimahi juga menaruh perhatian pada aspek perawatan dan perbaikan becak listrik setelah diterima masyarakat.
"Maria Fitriana menjelaskan, pemerintah daerah telah meminta agar ada perwakilan yang mendapatkan pelatihan teknis khusus. Perwakilan tersebut diharapkan dapat membantu para pengemudi apabila menghadapi kendala dalam pengoperasian maupun perawatan kendaraan," jelasnya.
Langkah ini diperlukan karena pendampingan dari pemerintah pusat tidak lagi tersedia setelah proses serah terima selesai. Dengan demikian, pemerintah daerah diharapkan memiliki sumber daya yang mampu memberikan bantuan teknis secara mandiri.
Adapun becak listrik produksi PT Pindad tersebut disebut memiliki garansi selama satu tahun. Garansi ini diharapkan memberikan perlindungan bagi penerima manfaat apabila terjadi kerusakan teknis yang termasuk dalam ketentuan garansi.
"Melalui program bantuan ini, Pemkot Cimahi berharap para pengemudi becak dapat meningkatkan produktivitas dan memperoleh manfaat ekonomi yang lebih baik. Namun, pemanfaatannya tetap harus mengikuti aturan operasional yang ditetapkan, terutama larangan melintas di jalan-jalan protokol demi menjaga keselamatan bersama," tandas DR. Maria Fitriana. (Rustandi)






Posting Komentar