HUT ke-67 PEPABRI Cimahi, Ngatiyana: Prajurit Boleh Purna Tugas Tapi Tidak Pernah Purna Dari Pengabdian
Dalam sambutannya, Ngatiyana mengatakan yang dirayakan hari ini bukan sekadar bertambahnya usia organisasi, melainkan perjalanan pengabdian panjang selama 67 tahun yang di dalamnya ada sejarah, perjuangan, pengorbanan, keringat, air mata dan kebanggaan pernah menjadi bagian dari perjalanan bangsa.
"Menurutnya, PEPABRI mengajarkan satu hal penting bahwa pengabdian tidak berhenti ketika seragam dilepas. Ketika masih berdinas pengabdian dilakukan melalui tugas kedinasan, namun ketika seragam sudah disimpan di lemari, jiwa pengabdian tidak boleh ikut disimpan," tambah Ngatiyana.
Ia menjelaskan, pada fase kehidupan berikutnya pengabdian berubah bentuk, dari menjaga negara menjadi menjaga nilai-nilai bangsa, dari melaksanakan perintah kedinasan menjadi memberikan teladan kepada generasi berikutnya, dan dari memimpin dengan kewenangan menjadi memimpin dengan pengalaman dan keteladanan.
"Sebagai orang yang juga pernah mengabdikan diri sebagai prajurit, ada satu nilai yang sangat saya rasakan, prajurit boleh purna tugas, tetapi tidak pernah purna dari pengabdian," tegas Ngatiyana di hadapan keluarga besar PEPABRI Kota Cimahi.
Bagi Ngatiyana, keberadaan PEPABRI di Kota Cimahi bukan sekadar organisasi para purnawirawan, melainkan penjaga memori sejarah, penjaga nilai-nilai kejuangan, dan sekaligus jembatan antara generasi.
"Wali Kota menilai generasi muda hari ini perlu tahu bahwa kenyamanan yang mereka nikmati tidak datang dengan sendirinya, ada generasi sebelumnya yang pernah berjuang, bertugas di berbagai medan, meninggalkan keluarga, menghadapi risiko dan menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi," ujarnya.
Karena itu, Ngatiyana berharap keluarga besar PEPABRI Kota Cimahi terus menjadi mitra Pemerintah Kota Cimahi, bukan hanya dalam kegiatan seremonial, tetapi juga dalam memberikan nasihat, pemikiran, pengalaman dan keteladanan bagi pembangunan.
"Kita ingin Cimahi yang maju, tetapi kemajuan tanpa karakter akan kehilangan arah. Kita ingin Cimahi yang modern, tetapi modern tanpa sejarah akan kehilangan identitas," ujarnya.
Pada momentum syukuran tersebut, atas nama Pemerintah Kota Cimahi dan pribadi, Ngatiyana mengucapkan selamat ulang tahun ke-67 kepada seluruh keluarga besar PEPABRI Kota Cimahi dan mendoakan para senior selalu diberikan kesehatan, umur panjang dan kebahagiaan bersama keluarga.
"Kalau dulu para senior berjuang mempertahankan dan membangun negara dengan tenaga dan keringat, maka hari ini mari kita lanjutkan perjuangan itu dengan pemikiran, keteladanan dan doa. Karena pengabdian tidak mengenal batas usia," pungkasnya. (Rustandi)








Posting Komentar