Kawal Pembangunan! Bhabinkamtibmas Cirawamekar Monitor Pengecoran Jalan 218 Meter Penghubung 3 Desa
Pengecoran jalan desa tersebut memiliki panjang 218 meter x lebar 2,5 meter x tebal 0,12 meter yang dikerjakan secara gotong royong oleh warga dan Pemerintah Desa Cirawamekar dengan anggaran Dana Desa tahun 2026, dimana jalan tersebut sebelumnya rusak parah dan berlubang sehingga menyulitkan akses warga dan hasil pertanian warga tidak bisa diangkut dengan lancar.
Hadir dalam kegiatan monitoring pengecoran jalan tersebut Kepala Desa Cirawamekar, BPD Desa Cirawamekar, Babinsa Desa Cirawamekar dan Bhabinkamtibmas Desa Cirawamekar yang bersama-sama mengawasi proses pengecoran agar sesuai dengan spesifikasi dan tidak terjadi penyimpangan anggaran Dana Desa, serta memastikan pembangunan jalan berjalan transparan dan akuntabel.
Kapolsek Cipatat Kompol D.M.S Andriani Sapin, S.Pd., M.H.I. mengatakan bahwa kehadiran Bhabinkamtibmas dalam monitoring pengecoran jalan desa merupakan bentuk pengawasan Polri terhadap penggunaan Dana Desa agar tidak terjadi korupsi dan penyimpangan, serta memastikan pembangunan infrastruktur desa benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Desa Cirawamekar dan 2 desa tetangga.
"Dalam kesempatan tersebut Bhabinkamtibmas juga memberikan himbauan Kamtibmas kepada warga yang sedang bekerja agar selalu menjaga keselamatan kerja, menggunakan alat pelindung diri, serta menjaga kekompakan dan gotong royong dalam membangun desa, karena pembangunan jalan ini adalah milik bersama yang harus dijaga dan dirawat bersama," kata kapolsek.
Warga Kampung Cibodas RW 07 menyambut baik pembangunan jalan desa tersebut dan mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Desa dan Bhabinkamtibmas yang telah mengawal pembangunan jalan tersebut, dimana dengan jalan yang sudah dicor, akses warga menuju kebun, sekolah dan pasar menjadi lebih mudah dan cepat, serta harga jual hasil pertanian diharapkan meningkat.
"Pengecoran jalan penghubung 3 desa ini juga diharapkan dapat meningkatkan perekonomian warga Desa Cirawamekar, Desa Citatah dan Desa Gunung Masigit, karena akses distribusi hasil pertanian seperti padi, sayuran dan buah-buahan menjadi lebih lancar, serta wisatawan yang ingin berkunjung ke wilayah Cipatat menjadi lebih mudah karena infrastruktur jalan yang memadai," tutur Kompol DMS Andriani. (Rustandi)






Posting Komentar