Unjani Gandeng Kelurahan Leuwigajah Gelar Skrining Diabetes dan Edukasi Inovasi Es Krim Bengkuang
Kegiatan yang melibatkan 60 peserta, khususnya kader PKK dan ketua RW Kelurahan Leuwigajah, ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat edukasi kesehatan sekaligus memperkenalkan inovasi pangan fungsional yang dapat menambah wawasan masyarakat tentang pola hidup sehat.
Melalui dua agenda utama tersebut, masyarakat diajak untuk lebih peduli terhadap risiko diabetes serta memahami pentingnya deteksi dini. Di sisi lain, edukasi pembuatan sinbiotik es krim bengkuang memberikan pengetahuan mengenai pengembangan produk pangan fungsional yang dapat menjadi bagian dari edukasi kesehatan keluarga.
Lurah Leuwigajah, Dini Gusniar, S.E., M.M., menyambut baik kolaborasi tersebut dan menyampaikan apresiasi kepada Unjani yang telah berkontribusi dalam meningkatkan pengetahuan kesehatan masyarakat di wilayahnya.
Menurut Dini, kesadaran menjaga kesehatan perlu dibangun melalui edukasi berkelanjutan dan keterlibatan berbagai pihak. Peran kader PKK juga dinilai strategis karena dapat menjadi penggerak penyebaran informasi kesehatan di lingkungan keluarga dan masyarakat.
"Kami sangat menyambut baik kegiatan ini. Kesehatan merupakan kebutuhan mendasar masyarakat, sehingga edukasi dan deteksi dini sangat penting untuk membangun kesadaran hidup sehat. Kami berharap para kader PKK dapat meneruskan pengetahuan yang diperoleh kepada keluarga dan masyarakat di lingkungan masing-masing,” ungkap Dini.
Lurah Leuwigajah menegaskan, upaya mewujudkan masyarakat yang sehat membutuhkan sinergi antara pemerintah kelurahan, perguruan tinggi, tenaga kesehatan, kader PKK, dan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mengikuti skrining diabetes sebagai upaya meningkatkan kepedulian terhadap kondisi kesehatan dan risiko penyakit. Langkah ini diharapkan dapat mendorong masyarakat agar lebih memperhatikan kesehatan serta tidak mengabaikan pentingnya pemeriksaan sejak dini.
"Selain itu, peserta memperoleh edukasi pembuatan sinbiotik es krim bengkuang. Materi ini memperkenalkan potensi pengolahan bahan pangan menjadi produk fungsional sekaligus memperluas wawasan masyarakat mengenai inovasi pangan dan kaitannya dengan kesehatan," ujar Dini.
Program Pengmas ini dilaksanakan oleh Program Studi Teknologi Laboratorium Medis (D3), Fakultas Ilmu dan Teknologi Kesehatan (FITKes) Unjani. Kegiatan tersebut melibatkan Dr. Erick Khristian, S.Si., M.Si., selaku Ketua Program Studi, serta Ibu Wikan Mahargyani, S.Si., M.Sc., sebagai Ketua Pelaksana.
Lurah Leuwigajah berharap kolaborasi dengan Unjani dapat terus berlanjut melalui berbagai program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Keberlanjutan kegiatan edukasi kesehatan dinilai penting agar pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti pada saat kegiatan berlangsung, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.








Posting Komentar