Ngatiyana Pantau Kerja Bakti Serentak di Cimahi, Sungai dan Taman Jadi Sasaran Pembersihan
Monitoring dilakukan mulai dari titik kumpul di pusat kota hingga sejumlah kelurahan. Dalam kegiatan tersebut, Ngatiyana melihat langsung keterlibatan pemerintah dan masyarakat dalam membersihkan berbagai kawasan, mulai dari sungai, taman, hingga lahan kosong yang kerap dijadikan tempat pembuangan sampah sembarangan.
Ngatiyana mengapresiasi partisipasi masyarakat dan seluruh unsur yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kerja bakti ini menjadi wujud nyata semangat gotong royong dalam menjaga kebersihan lingkungan Kota Cimahi.
“Alhamdulillah, di titik-titik yang kami cek, masyarakat dan Pemkot semuanya turun bersama. Masyarakat bersama ASN Kota Cimahi melaksanakan kerja bakti, baik di sungai, taman-taman, maupun tempat-tempat yang tidak bertuan,” ujar Ngatiyana saat diwawanca, Jum'at (16/01/2026)
Menurut Ngatiyana, keterlibatan berbagai elemen masyarakat sangat membantu mempercepat proses pembersihan sungai, taman, dan sejumlah titik yang selama ini menjadi lokasi penumpukan sampah.
“Kita bersama-sama menjaga Kota Cimahi agar bersih dan sehat untuk kepentingan kita semua,” katanya.
Ngatiyana menjelaskan, kerja bakti serentak tersebut telah dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut. Hasilnya mulai terlihat di sejumlah lokasi, terutama setelah sampah yang terkumpul langsung ditampung dan diangkut agar tidak kembali menumpuk.
"Ia menegaskan, pembersihan akan terus dilanjutkan, terutama di sungai-sungai yang berada di wilayah Kota Cimahi. Langkah ini dinilai penting untuk mengantisipasi potensi banjir saat hujan turun akibat tumpukan sampah yang menghambat aliran air," tegas Ngatiyana.
Menurutnya, sampah yang terbawa arus dapat menumpuk di bagian hilir dan memicu persoalan baru bagi masyarakat. Karena itu, pembersihan sungai menjadi salah satu prioritas dalam kegiatan kerja bakti tersebut.
"Selain sungai dan taman, lahan kosong yang kerap dijadikan tempat pembuangan sampah ilegal juga menjadi sasaran pembersihan. Ngatiyana mengungkapkan, masih ditemukan kebiasaan warga membuang sampah sembarangan, termasuk dari kendaraan bermotor di pinggir jalan, sungai, maupun lahan kosong," 'tutur Ngatiyana.
Sampah yang dibiarkan menumpuk tidak hanya merusak keindahan kota, tetapi juga menimbulkan bau tidak sedap dan berpotensi mengganggu kesehatan serta kenyamanan warga.
Terkait persoalan tersebut, Ngatiyana menegaskan akan meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk meningkatkan pengawasan dan menindak tegas pelaku pembuangan sampah sembarangan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
"Ia menyebutkan, pelanggar dapat dikenai sanksi atau tindakan lain sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku," kata Ngatiyana.
Ngatiyana memastikan, kegiatan kerja bakti tidak akan berhenti setelah tiga hari pelaksanaan. Pemerintah Kota Cimahi akan terus mendorong keterlibatan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.
"Berharap, melalui semangat gotong royong dan kesadaran bersama, Kota Cimahi dapat menjadi kota yang lebih bersih, indah, dan sehat sehingga masyarakat merasa nyaman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari," harapnya.
Ngatiyana mengajak seluruh warga untuk menghentikan kebiasaan membuang sampah sembarangan dan mulai menjaga kebersihan dari lingkungan masing-masing.
"Menurutnya, menjaga kebersihan kota bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah, melainkan kewajiban bersama seluruh masyarakat Kota Cimahi," tandas Ngatiyana. (Rustandi)








Posting Komentar