Pemkot Bandung Dorong Budaya Olahraga dan Bidik Pusat Event Olahraga Jabar
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan hal tersebut saat menghadiri peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43 tingkat Kota Bandung yang berlangsung di GOR Bandung, Selasa, 6 Oktober.
"Menurut Farhan, meskipun peringatan Haornas tingkat Kota Bandung tidak dilaksanakan bertepatan dengan tanggal peringatan nasional pada 9 September, hal tersebut tidak mengurangi pesan penting yang ingin disampaikan melalui momentum tersebut," katanya.
Pesan yang ingin dibawa di setiap Hari Olahraga Nasional yaitu memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat,” ujar Farhan.
"Ia mengatakan, olahraga perlu ditempatkan sebagai bagian dari gaya hidup warga. Karena itu, Pemkot Bandung tidak hanya mengejar prestasi di bidang olahraga, tetapi juga ingin menciptakan ekosistem yang mendukung penyelenggaraan berbagai kompetisi serta kegiatan sport tourism," tambahnya.
Farhan menilai target tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah daerah, KONI, NPCI, organisasi olahraga masyarakat, DPRD, hingga unsur lainnya perlu berjalan bersama untuk memperkuat pembinaan dan perkembangan olahraga di Kota Bandung.
Ia pun kembali mengangkat semangat Bandung sebagai City of Champions. Menurutnya, predikat sebagai kota para juara harus dibangun melalui pembinaan yang berkesinambungan, termasuk memberikan ruang bagi calon atlet untuk berkembang sejak usia dini.
Di samping prestasi, Farhan menekankan pentingnya menjadikan olahraga sebagai kegiatan yang dapat dinikmati seluruh masyarakat tanpa membedakan usia maupun latar belakang sosial.
“Olahraga harus bisa dilaksanakan oleh siapa pun tanpa mengenal usia, tanpa mengenal kelas sosial, bahkan harus memiliki inklusivitas yang tinggi,” katanya.
Sementara itu, Pemkot Bandung sedang mengkaji kemungkinan menambah porsi kegiatan olahraga bagi pelajar SD dan SMP negeri. Pembahasan tersebut dilakukan bersama Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, serta Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).
Dalam rancangan yang tengah dibahas, aktivitas olahraga bagi siswa dapat dilakukan tiga kali dalam satu pekan, yakni setiap Senin, Rabu, dan Jumat dengan durasi masing-masing 30 menit.
Meski demikian, rencana tersebut masih berada dalam tahap kajian. Jika hasil evaluasi menunjukkan skema tersebut memungkinkan untuk diterapkan, Pemkot Bandung akan melakukan uji coba terlebih dahulu di sejumlah sekolah.
Farhan menegaskan, olahraga memiliki manfaat yang jauh lebih luas daripada sekadar menghasilkan prestasi dan medali. Aktivitas fisik juga dinilai mampu mendukung kesehatan, meningkatkan kebugaran, membangun karakter, menciptakan kegembiraan, serta memperkuat persatuan dan nilai kemanusiaan.
“Olahraga adalah salah satu bentuk peradaban tertinggi manusia bagi persatuan, kesatuan, dan kemanusiaan,” ujarnya.
Ia berharap peringatan Haornas dapat menjadi momentum untuk memperkuat kebiasaan berolahraga di kalangan masyarakat. Dengan demikian, Bandung diharapkan tidak hanya dikenal sebagai daerah penghasil atlet berprestasi, tetapi juga sebagai kota yang sehat, aktif, bugar, inklusif, dan siap menggelar event olahraga dari tingkat nasional hingga internasional. (rob)






Posting Komentar