Pemkot Bandung Kebut Penataan Drainase dan Trotoar, Penanganan Capai 15,4 Kilometer
Data Humas Pemkot Bandung hingga 30 September 2026 mencatat, sebanyak 79 paket pekerjaan drainase dan trotoar telah dilaksanakan dengan total panjang penanganan sekitar 15,4 kilometer. Program tersebut meliputi perbaikan infrastruktur yang sudah ada serta pembangunan fasilitas baru.
Dari keseluruhan pekerjaan itu, rehabilitasi drainase menjadi bagian dengan jumlah paket terbanyak, yakni 50 paket sepanjang 7,2 kilometer. Realisasi tersebut masih berproses menuju target tahunan sepanjang 14 kilometer.
Sementara itu, pembangunan drainase baru melalui sembilan paket pekerjaan dengan panjang total 3,9 kilometer telah mencapai sasaran yang ditetapkan untuk 2026.
Pencapaian serupa juga terlihat pada penanganan trotoar. Rehabilitasi sembilan paket dengan panjang 1,9 kilometer telah memenuhi target tahunan. Adapun pembangunan trotoar baru yang mencakup 11 paket sepanjang 2,4 kilometer juga telah mencapai target.
Kepala Bidang Drainase dan Trotoar Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Bandung, Kiki Rosani Rifqi, mengatakan pekerjaan tersebut dilaksanakan di sejumlah lokasi dengan skema pengadaan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing proyek, baik melalui tender maupun penunjukan langsung.
"Menurutnya, beberapa proyek drainase dengan nilai anggaran mencapai miliaran rupiah kini telah memasuki tahap penyelesaian. Meski demikian, sejumlah pekerjaan lainnya masih berlangsung dan terus dipantau perkembangannya,"ujarnya.
Dua lokasi yang menjadi perhatian di antaranya kawasan Samsat Soekarno Hatta dan Cisaranten. Hingga 30 September 2026, pekerjaan drainase di kawasan Samsat Soekarno Hatta tercatat mencapai progres sekitar 30 persen, sedangkan proyek di Cisaranten telah mencapai sekitar 60 persen.
"Di sisi lain, pembangunan crossing drainase di Jalan Turangga menunjukkan perkembangan yang lebih tinggi. Proyek yang melintasi badan jalan tersebut telah mencapai progres sekitar 93 persen, dengan jadwal penyelesaian ditargetkan pada 9 Oktober 2026,"tambahnya.
Pelaksanaan pekerjaan di Jalan Turangga membutuhkan pengaturan teknis yang cermat karena berada di jalur yang digunakan masyarakat untuk beraktivitas. Pengaturan waktu pengerjaan menjadi salah satu hal penting agar dampak terhadap kelancaran lalu lintas dapat diminimalkan.
Kondisi cuaca juga memengaruhi pelaksanaan sejumlah proyek. Hujan yang datang secara mendadak berpotensi menghambat tahapan pekerjaan tertentu, terutama proses pengecoran yang membutuhkan kondisi sesuai dengan persyaratan teknis.
Di tengah kendala tersebut, Pemkot Bandung tetap berupaya memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai jadwal. Prioritas diberikan pada penyelesaian infrastruktur yang mendukung kelancaran aliran air, mengingat curah hujan yang meningkat dapat memperbesar risiko genangan di sejumlah titik perkotaan.
"Optimalisasi drainase tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pemeliharaan fasilitas yang telah tersedia. Saluran air yang berfungsi baik diharapkan mampu membantu mengalirkan air secara optimal ketika hujan dengan intensitas tinggi terjadi,"ucapannya.
Rekapitulasi Pekerjaan Drainase dan Trotoar
Berdasarkan data per 30 September 2026, berikut rincian capaian pekerjaan infrastruktur di Kota Bandung:
- Rehabilitasi drainase: 50 paket dengan panjang 7,2 kilometer dari target 14 kilometer.
- Pembangunan drainase baru: 9 paket dengan panjang 3,9 kilometer dan target tahunan telah tercapai.
- Rehabilitasi trotoar: 9 paket dengan panjang 1,9 kilometer dan target tahunan telah tercapai.
- Pembangunan trotoar baru: 11 paket dengan panjang 2,4 kilometer dan target tahunan telah tercapai.
- Total pekerjaan: 79 paket dengan panjang penanganan sekitar 15,4 kilometer.
Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemkot Bandung dalam meningkatkan kualitas infrastruktur perkotaan. Penyelesaian proyek yang masih berjalan tetap diperlukan agar manfaatnya dapat segera dirasakan, khususnya dalam mendukung mobilitas warga dan mengurangi risiko genangan.
"Masyarakat juga diimbau berperan aktif menjaga kondisi saluran drainase dengan tidak membuang sampah sembarangan serta menjaga kebersihan lingkungan. Partisipasi warga diharapkan dapat membantu mempertahankan fungsi infrastruktur yang telah dibangun," tutupnya. (**)
Sumber: Humas/Diskominfo Kota Bandung





Posting Komentar