Police Goes To School di MTs/MA An-Nur, 289 Siswa, Pesan Kebangsaan Serta Kamtibmas
Kegiatan yang digelar bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 itu mengajak pelajar menjadi generasi yang disiplin, berkarakter, cinta tanah air, dan taat hukum.
Kegiatan dimulai sekitar pukul 07.00 WIB melalui pelaksanaan upacara bendera yang berlangsung khidmat dan tertib. Kapolsek Cikalongwetan AKP Deden Indrajaya, S.H., M.M., hadir langsung sebagai pembina upacara bersama Kanit Binmas Iptu Herman, S.Sos., Kepala Sekolah MTs/MA An-Nur Drs. H. Asep Abdul Kamal, S.Pd.I., Bhabinkamtibmas Desa Wangunjaya Aiptu Edi Heryanto, serta Babinsa Sertu Jajang.
Sebanyak 289 siswa dan 20 guru mengikuti kegiatan tersebut. Kehadiran jajaran kepolisian, TNI, dan tenaga pendidik menjadi bentuk sinergi dalam membangun lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga memperhatikan pembentukan kepribadian, kedisiplinan, serta kesadaran terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat.
Dalam amanatnya, pembina upacara menekankan bahwa kedisiplinan merupakan salah satu kunci penting untuk meraih keberhasilan di masa depan. Para siswa diajak membiasakan diri tepat waktu, tekun belajar, menaati peraturan, dan bertanggung jawab atas setiap tindakan yang dilakukan, baik di sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.
"Peringatan Sumpah Pemuda ke-98 juga dijadikan momentum untuk memperkuat rasa cinta tanah air dan menjaga persatuan bangsa. Para pelajar diingatkan bahwa semangat perjuangan para pemuda terdahulu harus diwujudkan melalui tindakan nyata, seperti menghormati simbol negara, menghargai keberagaman, menjaga kerukunan, serta berkontribusi positif bagi lingkungan sekitar," kata pembina.
Selain wawasan kebangsaan, pembinaan karakter menjadi salah satu perhatian utama. Para siswa diminta menjaga sopan santun, menghormati orang tua dan guru, serta menjalin hubungan baik dengan teman sebaya. Mereka juga diingatkan untuk menghindari kenakalan remaja, perkelahian, perundungan, dan pelanggaran lalu lintas yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
"Dalam aspek kamtibmas, kepolisian mengingatkan pelajar agar menjauhi rokok, narkoba, dan segala bentuk perilaku yang bertentangan dengan hukum. Penggunaan media sosial juga menjadi sorotan, terutama agar siswa tidak mudah terpengaruh berita bohong, tidak terjerat judi daring maupun pinjaman daring yang berisiko, serta lebih cermat dalam menerima dan membagikan informasi di internet," ucapnya.
Para siswa yang menghadapi persoalan pribadi, tekanan pergaulan, maupun masalah di lingkungan sekolah diimbau tidak memendam permasalahan sendirian. Mereka dapat meminta pendampingan kepada guru dan orang tua atau menghubungi layanan kepolisian 110 apabila membutuhkan bantuan terkait keadaan darurat. Seluruh peserta mengikuti penyampaian materi dengan antusias, sementara rangkaian kegiatan dilaporkan berlangsung lancar, tertib, dan kondusif.
Kapolsek Cikalongwetan AKP Deden Indrajaya, S.H., M.M., menegaskan bahwa program Police Goes To School menjadi salah satu upaya mempererat hubungan Polri dengan lingkungan pendidikan sekaligus mencegah potensi gangguan kamtibmas sejak dini.
"Melalui pembekalan disiplin, cinta tanah air, pembentukan karakter, dan penggunaan teknologi secara bijak, para pelajar diharapkan tumbuh menjadi generasi muda yang berprestasi, berintegritas, serta mampu menjaga persatuan dan keamanan di tengah masyarakat,"tutup Kapolsek. (Rustandi)







Posting Komentar